Cafe Distrik 17 Fakfak Bergemuruh Saat Pangdam Kasuari Membawakan Lagu "Kamu Nggak Sendirian"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 01 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Cafe Distrik 17 Fakfak Bergemuruh Saat Pangdam Kasuari Membawakan Lagu

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Malam di tepian Kota Fakfak itu berjalan berbeda. Di tengah semilir angin yang berembus dari pesisir dan temaram lampu yang memantul di sepanjang Jalan Yos Sudarso, suasana akrab tercipta di Cafe Distrik 17, Kelurahan Wagom, Distrik Pariwari. Bukan sekadar jamuan makan malam, melainkan sebuah perjumpaan yang memperlihatkan sisi humanis seorang pemimpin militer.

Kehadiran Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, Christian K. Tehuteru, bersama Ketua Persit KCK PD XVIII/Kasuari, Mevy Christian Tehuteru, serta sejumlah pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari, langsung mengubah suasana kafe yang biasanya tenang menjadi ruang kebersamaan yang hangat dan penuh keakraban.

Malam itu, Pangdam tidak hadir dalam suasana formal yang kaku. Ia membaur bersama insan pers, keluarga besar Korem 182/Jazirah Onim, dan Kodim 1803/Fakfak dalam sebuah agenda sederhana namun sarat makna. Di meja-meja yang tersusun rapi, percakapan mengalir tanpa sekat. Sesekali terdengar tawa yang pecah di antara obrolan ringan yang menghangatkan suasana.

Di satu sudut ruangan, alunan musik akustik menjadi pengiring malam. Pangdam tampak berbincang santai dengan Danrem 182/Jazirah Onim, Irwan Budiana, dan Dandim 1803/Fakfak, Wahlin Rahman. Tidak ada jarak yang terasa. Yang tampak justru kebersamaan yang tumbuh dari komunikasi yang cair dan penuh kekeluargaan.

Setelah santap malam usai, suasana semakin hidup. Letkol Inf Wahlin Rahman bersama sang istri membuka sesi hiburan dengan membawakan lagu bernuansa Ambon yang mengundang tepuk tangan para hadirin. Tak lama berselang, Kolonel Inf Irwan Budiana dan istri turut menyumbangkan sebuah lagu balada yang semakin menghangatkan malam.

Namun puncak suasana terjadi ketika Pangdam XVIII/Kasuari bersama sang istri naik ke panggung sederhana yang tersedia di kafe tersebut. Dengan penuh percaya diri, keduanya menyapa para tamu melalui lantunan lagu yang disambut meriah.

Momen yang paling mencuri perhatian hadir ketika Mayjen TNI Christian K. Tehuteru membawakan lagu legendaris milik grup musik Tipe-X berjudul "Kamu Nggak Sendirian". Alunan musik ska yang enerjik berpadu dengan suara sang jenderal membuat suasana seketika berubah menjadi lebih semarak. Para tamu ikut bernyanyi, bertepuk tangan, bahkan larut dalam irama yang menggema di seluruh ruangan.

Di balik seragam dan tanggung jawab besar yang diemban, malam itu publik melihat sisi lain seorang panglima. Sosok yang tidak hanya memimpin pasukan, tetapi juga mampu membangun kedekatan melalui kesederhanaan, kebersamaan, dan sentuhan kemanusiaan.

Keseruan belum berakhir. Usai bernyanyi, Pangdam bergerak menuju meja biliar yang berada di area kafe. Didampingi Ketua PWI Fakfak, Enrico Letsoin, bersama Brigjen TNI Tri Saktiyono dan Kolonel Kav Rudi Kurniawan, Pangdam menunjukkan kemampuannya memainkan bola-bola biliar dengan santai namun penuh konsentrasi.

Gelak tawa dan sorakan ringan kembali terdengar ketika beberapa pukulan berhasil masuk ke lubang sasaran. Momen tersebut menjadi penutup yang manis bagi sebuah malam yang penuh kehangatan.

Bagi insan pers yang hadir, pertemuan itu bukan sekadar makan malam bersama pejabat militer. Ia menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan antara TNI dan media sebagai dua elemen penting dalam menjaga stabilitas informasi dan pembangunan daerah.

Malam di Cafe Distrik 17 akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. Namun lebih dari sekadar dokumentasi, foto itu merekam sebuah pesan sederhana: bahwa kedekatan, komunikasi, dan kebersamaan adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan semangat kolektif untuk Papua Barat yang aman, damai, dan maju.

Di Fakfak, malam itu, seorang pangdam tidak hanya hadir sebagai pemimpin. Ia hadir sebagai sahabat yang berbagi cerita, lagu, dan tawa bersama masyarakatnya.

 

Writter & Editor : Den