BPJS Keliling Hadir di Miskoko, Pastikan Akses Kesehatan Mudah dan Setara bagi Warga Kabupaten Buru
Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Namlea, Jamkesnews- BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Pemberian Informasi Langsung dan BPJS Keliling. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Dusun Miskoko, Desa Waelana-Lana, Kabupaten Buru, dengan menyasar masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses ke kantor cabang.
Kegiatan yang berlangsung pada pekan ini menghadirkan tim BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ambon secara langsung ke tengah masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi pengecekan status kepesertaan, perubahan data, pendaftaran anggota keluarga baru, hingga edukasi tentang hak dan kewajiban peserta JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Harbu A Hakim, mengatakan program BPJS Keliling merupakan wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam mendekatkan layanan kepada peserta, khususnya di wilayah yang jaraknya jauh dari pusat pelayanan.
“Kami tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mengurus kepesertaan JKN hanya karena jarak. Dengan hadir langsung ke Dusun Miskoko, warga bisa bertanya, mengurus administrasi, dan mendapatkan informasi yang jelas tanpa harus datang ke kantor,” ujar Harbu.
Menurutnya, pemberian informasi secara langsung juga penting untuk meluruskan pemahaman masyarakat tentang cara memanfaatkan layanan kesehatan. Banyak peserta yang belum mengetahui prosedur berobat sesuai ketentuan JKN, sehingga ketika sakit justru mengalami kebingungan.
Harbu menambahkan, sinergi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi kunci kelancaran program ini. BPJS Kesehatan menggandeng Puskesmas Waplau untuk memastikan setiap peserta memahami alur layanan mulai dari pendaftaran, rujukan, hingga pengambilan obat.
Kepala Puskesmas Waplau, La Hamid Dongkasio, menyambut baik kegiatan BPJS Keliling di wilayah kerjanya. Ia menilai kehadiran BPJS Kesehatan di Dusun Miskoko sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan secara cepat dan tepat.
“Selama ini warga harus menempuh jarak cukup jauh kalau mau mengurus data JKN. Dengan adanya BPJS Keliling, mereka bisa langsung dilayani di sini. Ini membuat akses layanan jadi lebih mudah, cepat, dan setara bagi semua warga tanpa terkecuali,” jelas La Hamid.
Ia juga mengapresiasi edukasi yang diberikan tim BPJS Kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang JKN akan mengurangi penumpukan pasien di puskesmas akibat kesalahan prosedur, sekaligus meningkatkan kepuasan peserta terhadap layanan.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Ratusan masyarakat datang membawa dokumen kependudukan untuk mengurus kepesertaan dan berkonsultasi langsung dengan petugas. Layanan dilakukan secara gratis dan tanpa dipungut biaya.
Salah satu peserta, Mirna Nacikit (30) mengaku awalnya tidak tahu bahwa dirinya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran atau PBI JKN. Ia datang hanya untuk bertanya karena sering kesulitan biaya berobat. Setelah dicek oleh petugas BPJS Keliling, Mirna baru mengetahui statusnya sudah aktif sebagai peserta PBI.
“Saya benar-benar tidak tahu kalau saya sudah masuk PBI. Saya kira harus bayar iuran dulu baru bisa berobat. Ternyata setelah dicek petugas, data saya sudah terdaftar dan bisa langsung dipakai. Saya jadi lega, karena sekarang kalau sakit tidak perlu bingung lagi cari biaya,” tutur Mirna.
Kegiatan Pemberian Informasi Langsung dan BPJS Keliling di Dusun Miskoko menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil. Dengan hadir lebih dekat, BPJS Kesehatan berharap tidak ada lagi hambatan administratif yang membuat peserta kehilangan haknya atas layanan kesehatan.
(M.N)

























Komentar via Facebook