Fakfak Siap Cetak Tuan di Negeri Sendiri: Distransnaker Dorong BLK Terpusat Jadi Role Model Papua Barat
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di ruang kerjanya yang sederhana namun penuh semangat, Rabu (6/5), Pelaksana Tugas Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak, Ishak Samuel Patipi, S.STP., M.Si, berbicara dengan nada optimistis. Ia tidak sekadar membahas program rutin dinas. Ia sedang merancang masa depan.
Menurut Ishak, Fakfak kini berada di simpul penting pembangunan nasional. Kabupaten ini masuk dalam radar program strategis pemerintah pusat, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan. Alasannya jelas: gelombang investasi besar yang segera datang, terutama dampak lanjutan proyek LNG dan sektor-sektor turunan lainnya.
“Fakfak ini wilayah yang punya dampak luas ke depan. Investasi akan masuk. Pertanyaannya, apakah tenaga kerja lokal sudah siap?” ujarnya.
Dari kegelisahan itulah lahir satu gagasan besar: membangun Balai Latihan Kerja (BLK) Terpusat di Fakfak. Bukan sekadar gedung pelatihan, melainkan pusat pembentukan karakter dan kompetensi orang asli Papua agar benar-benar menjadi tuan di negeri sendiri, sebagaimana amanat undang-undang Otonomi Khusus.
Ishak mengingat kembali pola pendidikan orang Papua di masa lalu berbasis asrama, membangun disiplin dan karakter. Konsep itu hendak dihidupkan kembali dalam wajah yang lebih modern. Anak-anak dari distrik dan kampung akan ditampung, dididik, dan dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri.
“BLK Terpusat ini bukan hanya soal skill, tapi pembentukan karakter. Kita mau anak-anak Fakfak siap bersaing dan percaya diri,” katanya.
Usulan pembangunan BLK tersebut telah mendapat dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. Bahkan, menurut Ishak, program ini telah menjadi prioritas yang diusulkan ke pemerintah pusat.
Dokumen perencanaan tengah disiapkan. Tahun 2026, dinas-dinas di lingkungan pemerintah daerah diarahkan untuk melakukan lobi program ke kementerian sesuai tugas pokok masing-masing.
Langkah ini dinilai strategis. Setelah pemekaran provinsi, BLK Terpusat di Sorong kini fokus pada wilayahnya sendiri. Sementara Papua Barat bagian selatan, termasuk Fakfak, belum memiliki fasilitas serupa. Kekosongan itulah yang ingin diisi.
Lalu pelatihan apa yang akan menjadi fokus?
Ishak menyebut kebutuhan nyata di lapangan: operator alat berat, keterampilan konstruksi, hingga kompetensi digital.
“Sekarang zamannya digital. Komputer dan teknologi itu wajib. Kita juga sudah usulkan tenaga pelatih khusus dari kementerian,” katanya.
Kendala memang ada, terutama keterbatasan tenaga instruktur profesional. Namun, bagi Ishak, tantangan itu justru memperkuat alasan mengapa BLK Terpusat harus segera hadir.
Targetnya jelas: jika pembangunan dimulai dan berjalan sesuai rencana, pada 2027 BLK Fakfak diharapkan sudah berdiri dan beroperasi. Lebih dari itu, ia bercita-cita menjadikannya sebagai role model bagi kabupaten/kota lain.
“Mimpi kami sederhana. Kalau Tuhan berkenan dan pemerintah pusat mendukung, BLK Terpusat Fakfak bisa jadi contoh. Dari sini lahir tenaga kerja lokal yang siap mengisi setiap peluang investasi,” ujarnya.
Di tengah arus modal yang akan datang, Pemerintah Kabupaten Fakfak tampaknya tak ingin menjadi penonton. Mereka ingin memastikan, ketika pintu investasi terbuka lebar, putra-putri daerah berdiri di barisan terdepan bukan di belakang pagar proyek, melainkan di dalamnya, sebagai pelaku utama.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook