Sekkot Ambon Robert Sapulette: QRIS Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Digital Inklusif Kota Ambon

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sekkot Ambon Robert Sapulette: QRIS Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Digital Inklusif Kota Ambon

AMBON,Kabrsulsel-Indonesia.web.id. Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, mewakili Wali Kota Ambon menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pembukaan Qris Jelajah Kuliner Indonesia (KJI) Wilayah SULAMPUA Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Natsepa, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, perwakilan OJK Provinsi Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemprov dan Pemkot Ambon, serta para pimpinan perbankan se-Kota Ambon.

Mengawali sambutannya, Robert Sapulette menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya kegiatan ini. Atas nama Pemerintah Kota Ambon, ia menyampaikan selamat datang di Kota Ambon kepada seluruh peserta dan tim Qris Jelajah Kuliner Indonesia, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memilih Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KJI Wilayah SULAMPUA tahun 2026.

"Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam cara kita melakukan transaksi ekonomi," ujar Robert. Pembayaran tidak lagi harus dilakukan secara tunai; dengan QRIS, transaksi menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal.

Lebih dari sekadar alat pembayaran digital, Robert menegaskan bahwa QRIS adalah bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, yang membuka peluang besar bagi masyarakat — khususnya para pelaku UMKM. Bagi Kota Ambon, transformasi digital merupakan langkah penting dalam membangun kota yang semakin maju, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Saya berharap kehadiran QRIS dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM di Kota Ambon — pedagang kecil, pelaku usaha kuliner, ekonomi kreatif, pelaku pariwisata, komunitas anak muda, hingga berbagai sektor usaha lainnya. Semua harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan transaksi, dan mengembangkan usahanya."

Kepada generasi muda dan seluruh peserta KJI, Robert menyampaikan pesan mendalam: jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi jadilah generasi yang mampu menciptakan peluang melalui teknologi. Gunakan kreativitas, inovasi, dan kemampuan digital untuk menghasilkan karya-karya positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan Qris Jelajah Indonesia pun, lanjutnya, jangan hanya dipandang sebagai sebuah kompetisi. Jadikanlah kegiatan ini sebagai ruang untuk belajar, berkolaborasi, membangun jejaring, mengenal potensi daerah, dan memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada Indonesia.

"Teknologi digital yang dipadukan dengan kreativitas generasi muda dan kekuatan budaya lokal — di situlah akan lahir berbagai inovasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tegasnya.

Pemerintah Kota Ambon, tegas Robert, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya memperluas digitalisasi transaksi serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

"Mari kita bangun ekosistem digital yang tidak meninggalkan siapapun. Mari kita dorong UMKM naik kelas, generasi muda semakin kreatif, dan masyarakat semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi. Dari Ambon untuk Indonesia — mari kita bergerak bersama menuju ekonomi yang semakin digital, inklusif, dan berdaya saing."

Di akhir sambutannya, Robert menyambut baik sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Qris Jelajah Indonesia Wilayah SULAMPUA tahun 2026, berharap kegiatan ini berjalan sukses, lancar, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta perekonomian daerah.

(M.N)