Bupati Samaun Naik Pitam: Seluruh OPD Dikerahkan Hadapi Krisis Air, Tak Ada yang Boleh Berpangku Tangan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Samaun Naik Pitam: Seluruh OPD Dikerahkan Hadapi Krisis Air, Tak Ada yang Boleh Berpangku Tangan

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Krisis air bersih di Kabupaten Fakfak memasuki hari kedua. Namun bagi Bupati Fakfak Samaun Dahlan, persoalan ini bukan lagi sekadar urusan teknis distribusi air. Ini menyangkut kebutuhan dasar warga yang harus dijawab dengan gerak cepat seluruh mesin pemerintahan.

Rabu, 7 Oktober 2026, gerakan penanggulangan krisis air bersih bergeser ke wilayah Distrik Fakfak. Jika sehari sebelumnya sumber air diambil dari Ubadari, kali ini Bupati Samaun bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mengambil air dari bak penampungan PDAM yang berada di Kampung Nemewikarya.

Gerakan itu diawali apel bersama. Di sana, Bupati Samaun kembali menegaskan bahwa penanganan krisis air tidak boleh dibebankan kepada satu atau dua OPD saja.

Nada arahan Bupati berubah tegas ketika mengetahui masih ada pimpinan OPD yang belum terlibat dalam aksi distribusi air kepada masyarakat.

Padahal, dalam rapat sebelumnya, seluruh pimpinan OPD telah diarahkan untuk mengambil bagian langsung dalam gerakan tersebut.

Bagi Samaun, situasi krisis tidak membutuhkan pemerintah yang hanya hadir melalui rapat dan surat edaran. Yang dibutuhkan warga adalah air yang benar-benar sampai ke rumah mereka.

Ia kemudian meminta Asisten III mencatat dan melaporkan OPD yang tidak berpartisipasi dalam gerakan penanggulangan krisis air bersih.

“Ini kita ambil airnya di Kampung Nemewikarya, di baknya PDAM. Jadi tempat yang sudah ditentukan jangan hanya satu kali saja, tapi bisa tiga sampai empat kali untuk kita bolak-balik membantu di tempat yang sudah ditentukan. Kalau sudah selesai, bisa bergeser ke tempat lain,” tegas Samaun dalam arahannya.

Instruksi itu sekaligus menggambarkan pola kerja yang diinginkan Bupati: distribusi tidak berhenti setelah satu tangki mengalirkan air. Kendaraan harus kembali mengisi air dan bergerak lagi selama masih ada warga yang membutuhkan.

Setelah memberikan arahan, Samaun tidak berlama-lama di lokasi apel.

Ia langsung menuju kendaraan operasional yang telah dilengkapi profil tank, selang air, dan alkon. Mesin pemerintahan bergerak bersama pemimpinnya.

Rombongan kemudian bertolak menuju Kampung Nemewikarya untuk mengisi air sebelum mendistribusikannya ke sejumlah titik yang telah ditentukan di Distrik Fakfak.

Pada hari kedua ini, salah satu sasaran distribusi berada di Kompleks Jalan Wayati dan kawasan sekitarnya.

Di lokasi tersebut, Bupati Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., turun langsung mendistribusikan air kepada warga.

Kehadiran kepala daerah di tengah warga menjadi pesan yang sulit disalahartikan: ketika masyarakat menghadapi kesulitan memperoleh air bersih, pemerintah harus berada di lapangan, bukan sekadar berada di balik meja.

Krisis air bersih yang berlangsung akibat kemarau panjang telah memaksa pemerintah daerah mengubah pola pelayanan. Distribusi air kini dilakukan secara langsung ke titik-titik masyarakat yang membutuhkan.

Samaun memilih berada di garis depan gerakan tersebut.

Bukan hanya mengeluarkan instruksi, ia ikut bergerak bersama kendaraan pengangkut air, memastikan sumber air diambil, dibawa, kemudian disalurkan kepada warga.

Dan untuk memastikan gerakan ini tidak kehilangan tenaga di tengah jalan, Bupati meminta seluruh OPD mengambil bagian.

Pesannya sederhana tetapi keras: krisis tidak boleh ditangani secara parsial. Seluruh kekuatan pemerintah daerah harus bergerak bersama.

Sebab bagi warga yang sedang menunggu air, yang mereka butuhkan bukan sekadar janji pelayanan.

Mereka membutuhkan air yang datang.

Hari kedua gerakan penanggulangan krisis air bersih itu pun menjadi gambaran bagaimana Pemerintah Kabupaten Fakfak mencoba menjawab keadaan darurat dengan mengerahkan seluruh kekuatan birokrasi.

Samaun berada di depan.

Dan ia meminta seluruh jajarannya bergerak mengikutinya.

 

Writter & Editor : Den