Putra Kei dari Dunia Akademik, Dr Welem Levi Betaubun Bicara Masa Depan Maluku Tenggara"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 30 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Putra Kei dari Dunia Akademik, Dr Welem Levi Betaubun Bicara Masa Depan Maluku Tenggara

"Putra Kei dari Dunia Akademik, Dr Welem Levi Betaubun Bicara Masa Depan Maluku Tenggara"

MALUKU TENGGARA, Kabarsulselindonesia.web.id  — Dinamika politik menuju kontestasi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Maluku Tenggara mulai menghadirkan sejumlah figur dengan latar belakang dan gagasan yang beragam.

Salah satu nama yang mulai menyatakan kesiapan untuk ikut dalam bursa politik Maluku Tenggara adalah Dr. C. Welem Levi Betaubun, S.Sos., M.Si., akademisi Universitas Musamus Merauke yang merupakan putra asli Maluku Tenggara.

Welem membawa semangat “Bersama Rakyat Membangun Maluku Tenggara” dengan visi “Lanjutkan Perubahan!”

Kehadirannya membawa warna berbeda. Latar belakang akademik menjadi salah satu modal yang ditawarkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di Maluku Tenggara, khususnya daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan konektivitas yang kompleks.

MALRA TIDAK CUKUP DIBANGUN DENGAN POPULARITAS

Maluku Tenggara membutuhkan kepemimpinan yang tidak berhenti pada slogan dan popularitas.

Masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu memahami persoalan secara mendalam, membaca data, menyusun kebijakan yang tepat dan memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, gagasan yang ditawarkan Welem menempatkan ilmu pengetahuan, data dan kepentingan rakyat sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

   “Untuk Malra bukan hanya bicara besar, tetapi otak juga harus besar. Gagasan harus jelas, perencanaan harus matang dan kerja harus bisa dibuktikan.”

Pernyataan tersebut menjadi pesan bahwa ukuran seorang pemimpin tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa dikenal namanya, melainkan juga seberapa kuat kapasitasnya dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

LIMA PRIORITAS PERUBAHAN

Dalam gagasan pembangunan yang disampaikan, Welem menempatkan lima sektor sebagai perhatian utama.

Pertama, ekonomi kerakyatan.

Petani, nelayan dan pelaku UMKM lokal perlu mendapatkan ruang lebih besar untuk berkembang sehingga masyarakat menjadi pelaku utama perekonomian daerah.

Kedua, pendidikan berkualitas.

Akses pendidikan harus diperluas hingga wilayah pelosok dan pulau-pulau, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Maluku Tenggara.

Ketiga, pelayanan kesehatan.

Puskesmas dan rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, terjangkau dan merata bagi masyarakat.

Keempat, infrastruktur dan konektivitas.

Pembangunan jalan, listrik, air bersih serta konektivitas antarpulau menjadi kebutuhan penting dalam membuka akses ekonomi dan pelayanan publik.

Kelima, lingkungan hidup.

Ekosistem laut, hutan dan sumber daya alam harus dijaga agar pembangunan tidak mengorbankan kepentingan generasi mendatang.

AKADEMISI MASUK POLITIK, PUBLIK BERHAK MENGUJI

Latar belakang akademisi tentu menjadi nilai tambah, tetapi gelar akademik saja tidak cukup.

Masyarakat Maluku Tenggara tetap memiliki hak untuk menguji rekam jejak, kapasitas, integritas, program serta kemampuan seorang figur dalam menjalankan pemerintahan.

Sebab tantangan seorang calon pemimpin bukan hanya bagaimana menyampaikan gagasan, tetapi bagaimana mengubah gagasan tersebut menjadi kebijakan yang konkret.

Ilmu harus menjadi kebijakan. Kebijakan harus menjadi program. Dan program harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan rakyat.

PERTARUNGAN GAGASAN HARUS DIUTAMAKAN

Jika nantinya benar-benar masuk dalam kontestasi, kehadiran Dr. C. Welem Levi Betaubun dapat menjadi bagian dari pertarungan gagasan untuk masa depan Maluku Tenggara.

Masyarakat tidak seharusnya hanya disuguhi pertarungan baliho, popularitas atau slogan politik.

Yang jauh lebih penting adalah siapa yang memiliki gagasan paling realistis, program paling terukur, integritas yang dapat dipertanggungjawabkan dan kemampuan paling kuat untuk membawa Maluku Tenggara bergerak maju.

Malra membutuhkan pemimpin dengan gagasan. Bukan sekadar popularitas.

Dan pada akhirnya, rakyatlah yang akan menilai dan menentukan siapa yang paling layak diberi kepercayaan untuk memimpin daerah ini.

Editor Bruce Elang