Investasi Pupuk Kaltim Masuk Babak Baru, Bupati Fakfak Siapkan SDM Lokal dan Lapangan Kerja

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Investasi Pupuk Kaltim Masuk Babak Baru, Bupati Fakfak Siapkan SDM Lokal dan Lapangan Kerja

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Kabupaten Fakfak menandai babak baru dalam perjalanan pembangunan daerah. Senin sore, 6 Juli 2026, ruang pertemuan Pemerintah Kabupaten Fakfak menjadi saksi dimulainya tahapan penting investasi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di wilayah tersebut.

Di hadapan wartawan usai menerima tim Pupuk Kaltim, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., menyampaikan bahwa perusahaan pupuk terbesar di Indonesia itu secara resmi telah menyatakan kesiapan untuk melanjutkan proses investasi di Kabupaten Fakfak.

"Secara resmi Pupuk Kaltim sudah datang menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa mereka sudah mulai masuk ke Kabupaten Fakfak," kata Samaun.

Menurutnya, kehadiran tim yang berjumlah lebih dari 20 orang itu bukan sekadar kunjungan seremonial. Mereka datang bersama tenaga ahli dan konsultan untuk memulai rangkaian kajian teknis yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

Fokus kajian tersebut meliputi survei lapangan dari sisi darat maupun laut, khususnya di kawasan Distrik Tomage, Kampung Tomage-Otoweri hingga Wamosan. Survei itu menjadi dasar penyusunan rencana pembangunan pelabuhan, kawasan industri, serta fasilitas pendukung lainnya.

"Kajian lanjutan sudah dimulai bulan ini. Besok mereka langsung turun ke Tomage dan Bomberay bersama seluruh tim konsultan," ujarnya.

Namun, investasi yang dibawa Pupuk Kaltim, menurut Samaun, tidak semata berbicara mengenai pembangunan pabrik. Pemerintah daerah memastikan kerja sama itu juga menyentuh aspek pembangunan sumber daya manusia.

Sedikitnya terdapat empat program utama yang mulai dibahas bersama perusahaan tersebut.

Pertama, penyusunan kajian teknis sebagai fondasi pembangunan kawasan industri.

Kedua, program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.

Ketiga, program pendidikan vokasi bagi generasi muda Fakfak.

Dan keempat, skema perekrutan tenaga kerja yang mengutamakan masyarakat lokal.

Bagi Samaun, poin terakhir menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa setiap proses perekrutan tenaga kerja nantinya harus melibatkan pemerintah daerah agar kesempatan kerja benar-benar dinikmati masyarakat Fakfak.

Ia bahkan mengusulkan mekanisme seleksi yang memberi ruang lebih luas kepada pencari kerja lokal.

"Kalau misalnya perusahaan membutuhkan 200 tenaga kerja, pemerintah daerah akan menyiapkan sekitar 500 calon tenaga kerja untuk diseleksi. Kalau yang lulus baru 100 orang, maka kami kirim lagi calon lainnya sampai kebutuhan perusahaan terpenuhi," katanya.

Menurutnya, pola tersebut penting untuk memastikan investasi benar-benar mampu menekan angka pengangguran sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi putra-putri daerah.

Di bidang pendidikan, Pupuk Kaltim juga telah membuka program afirmasi dengan menerima 25 putra daerah untuk mengikuti pendidikan vokasi. Program itu diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah rencana investasi.

"Ini merupakan bentuk komitmen awal agar masyarakat sekitar juga memperoleh manfaat langsung dari investasi yang masuk," ujar Samaun.

Menjawab pertanyaan mengenai peluang tenaga kerja dari Kabupaten Teluk Bintuni, Samaun menegaskan bahwa prioritas utama tetap diberikan kepada masyarakat Fakfak.

Meski demikian, ia menilai hubungan antardaerah di Tanah Papua tetap harus dibangun secara harmonis.

"Prioritas tentu masyarakat Fakfak. Tetapi ke depan hubungan antardaerah tetap kita bangun dengan baik. Banyak juga anak-anak Fakfak yang bekerja di Teluk Bintuni. Begitu pula nanti akan ada kesempatan bagi masyarakat dari daerah lain sesuai kebutuhan," katanya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sejumlah proyek strategis lain di Fakfak kini bergerak secara bersamaan. Mulai dari pembangunan fasilitas di kawasan Badari, pengembangan kawasan sawit di Tomage, hingga percepatan tahapan investasi Pupuk Kaltim.

Ia berharap seluruh proses administrasi, termasuk penyelesaian lahan dan berbagai persyaratan perizinan, dapat dituntaskan sepanjang tahun 2026.

Dengan demikian, pada 2027 mendatang proyek tersebut sudah memasuki tahap konstruksi dan secara bertahap mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Kami berharap seluruh urusan administrasi bisa selesai tahun ini sehingga pada tahun 2027 pembangunan konstruksi sudah dimulai," katanya.

Optimisme itu menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak tengah berupaya menjadikan investasi bukan sekadar angka dalam laporan pembangunan, melainkan instrumen untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada kekuatan masyarakat lokal.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, investasi Pupuk Kaltim diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis yang akan mengubah wajah pembangunan Fakfak dalam beberapa tahun mendatang, sekaligus mempertegas posisi daerah itu sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Papua Barat.

 

Writter & Editor : Den