Walikota Bodewin: Digitalisasi Bansos Wujudkan Penyaluran Tepat Sasaran di Ambon
Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Walikota Ambon Bodewin Wattimena membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Bantuan Sosial yang berlangsung di Ruang Vlisingen, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 150 agen yang bertugas dalam program ini, di mana sebanyak 86 di antaranya telah aktif dan diharapkan sisa 64 orang dapat segera melakukan aktivasi.
Dalam sambutannya, Walikota mengucapkan rasa syukur karena Kota Ambon terpilih menjadi salah satu kota pilot digitalisasi bantuan sosial di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan yang dihadapi. Ia mengapresiasi upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang terus mendorong transformasi pelayanan publik.
Walikota menekankan bahwa masalah penyaluran bantuan sosial selama ini sering menjadi keluhan masyarakat, terutama terkait ketepatan sasaran yang belum optimal. “Banyak keluhan muncul karena subjektivitas dalam penentuan penerima di lapangan, mulai dari tingkat RT/RW hingga instansi pemerintah. Akibatnya, bantuan yang seharusnya sampai pada yang membutuhkan justru tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Oleh karena itu, pemerintah kini menerapkan strategi baru melalui digitalisasi untuk memastikan bantuan sosial dapat disalurkan dengan tepat waktu dan tepat sasaran. Para peserta pelatihan diharapkan menjadi ujung tombak keberhasilan program ini. Sebagian besar peserta merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang diyakini akan mudah memahami dan mengimplementasikan sistem ini dengan baik.
Mengenai kondisi digitalisasi di Kota Ambon, Walikota menyatakan bahwa meskipun masih terdapat titik yang menjadi area tanpa jaringan (blankspot) sekitar 98%, hal ini tidak menghalangi upaya peningkatan layanan. Ia menegaskan bahwa meskipun fisik kota tidak dapat berubah secepat kota besar lain, namun kualitas pelayanan, ketepatan, kecepatan, dan akurasi dapat disamakan standarnya.
Walikota juga menyampaikan data kependudukan terbaru Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Semester II Tahun 2025: penduduk Kota Ambon berjumlah 363.210 jiwa, dengan penduduk usia 17 tahun ke atas yang wajib memiliki KTP sebanyak 265.472 jiwa. Sampai saat ini, jumlah yang telah melakukan perekaman KTP elektronik mencapai 253.069 jiwa atau 95,32 persen, sementara penggunaan Kartu Identitas Kependudukan Digital (IKD) baru mencapai 40.867 jiwa atau 15,39 persen.
“Kita terus berupaya meningkatkan capaian ini melalui kegiatan jemput bola ke kampus dan sekolah menengah atas, namun masih terkendala oleh partisipasi masyarakat. Seringkali masyarakat baru menyadari pentingnya dokumen kependudukan saat membutuhkan pelayanan, padahal seharusnya dipersiapkan sejak dini. Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa warga yang tidak memiliki KTP tidak akan dilayani,” tegasnya.
Walikota membagi wilayah kerja berdasarkan zona kepada masing-masing agen agar data yang diperoleh dapat terakomodir dengan baik. Ia berharap dengan adanya sistem digital ini, penyaluran bantuan sosial di Kota Ambon dapat berjalan dengan tepat sasaran, berdampak positif bagi warga yang membutuhkan, dan tidak kalah bersaing dengan kualitas pelayanan kota lain.
(M.N)

























Komentar via Facebook