Maryo Manuputty dan Karel Basary Apresiasi Bonus Rp300 Juta dari Bupati Samaun, LPPD Siap Ukir Prestasi Lebih Tinggi untuk Fakfak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 17 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Maryo Manuputty dan Karel Basary Apresiasi Bonus Rp300 Juta dari Bupati Samaun, LPPD Siap Ukir Prestasi Lebih Tinggi untuk Fakfak

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di balik keberhasilan Kontingen Pesparawi Kabupaten Fakfak meraih Gold II (Terbaik II) pada ajang Pesparawi Nasional, Pemerintah Kabupaten Fakfak mengirimkan pesan yang lebih dari sekadar ucapan selamat. Melalui Bupati Samaun Dahlan, pemerintah memberikan bonus sebesar Rp300 juta kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Fakfak sebagai bentuk penghargaan atas capaian yang dinilai telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam acara syukuran yang digelar Pemerintah Kabupaten Fakfak. Bagi LPPD, bonus itu bukan hanya apresiasi atas hasil yang diraih, tetapi juga penegasan bahwa pemerintah hadir untuk menghargai proses panjang yang dilalui para pelatih, dirigen, official, peserta, dan seluruh pengurus dalam membangun prestasi daerah.

Usai acara syukuran, Sekretaris LPPD Kabupaten Fakfak, Pdt. Maryo Manuputty, M.Teol, menyampaikan bahwa perhatian yang diberikan Bupati Samaun Dahlan merupakan bentuk kepemimpinan yang memberikan ruang bagi lahirnya semangat berprestasi di tengah masyarakat.

"Atas nama seluruh Pengurus LPPD, pelatih, official, dan peserta Pesparawi, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Bupati Samaun Dahlan beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak. Bonus yang diberikan memiliki makna yang sangat besar bagi kami. Ini bukan semata-mata tentang nilai materi, tetapi menjadi simbol bahwa pemerintah menghargai setiap tetes keringat, setiap pengorbanan, dan setiap proses panjang yang telah dilalui demi mengharumkan nama Kabupaten Fakfak di tingkat nasional," kata Maryo kepada media.

Menurut Maryo, keberhasilan meraih Gold II tidak lahir secara instan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari sinergi yang dibangun antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, gereja-gereja, para pelatih, official, peserta, sponsor, hingga masyarakat yang terus memberikan doa dan dukungan sejak masa persiapan.

Ia menilai, apresiasi yang diberikan pemerintah merupakan investasi moral yang akan melahirkan optimisme baru bagi generasi muda Fakfak untuk terus berkarya dan berprestasi.

"Perhatian seperti ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak tidak hanya melihat hasil akhir sebuah kompetisi, tetapi juga menghargai proses pembinaan sumber daya manusia melalui seni, budaya, dan pelayanan gerejawi. Ini adalah modal penting untuk membangun tradisi prestasi yang berkelanjutan di daerah," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua LPPD Kabupaten Fakfak, Karel Basary, S.T., mengatakan penghargaan yang diberikan Bupati Samaun Dahlan harus dimaknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, bukan sebagai alasan untuk berpuas diri.

Menurut Karel, bonus Rp300 juta merupakan penyemangat bagi seluruh keluarga besar LPPD agar mampu melahirkan prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

"Kepercayaan dan apresiasi yang diberikan Bapak Bupati menjadi energi baru bagi kami. Bonus ini akan kami jadikan motivasi untuk bekerja lebih keras, memperkuat sistem pembinaan, meningkatkan kualitas pelatihan, dan mempersiapkan peserta secara lebih profesional. Kami ingin menjawab kepercayaan pemerintah dengan prestasi yang lebih besar sehingga nama Kabupaten Fakfak semakin dikenal luas melalui karya dan capaian putra-putri daerah," kata Karel.

Ia menegaskan, keberhasilan Gold II Nasional harus menjadi pijakan untuk membangun tradisi prestasi yang berkesinambungan. Terlebih, Kabupaten Fakfak kini telah dipercaya menjadi tuan rumah Pesparawi Tingkat Provinsi Papua Barat, sehingga dibutuhkan kesiapan yang lebih matang, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai kontingen yang akan kembali bersaing.

"Kami tidak ingin berhenti pada kebanggaan hari ini. Target kami adalah membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan sehingga setiap Pesparawi melahirkan generasi baru yang lebih berkualitas, lebih kompetitif, dan mampu membawa nama Fakfak semakin diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional," ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, LPPD juga memberikan penghargaan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Fakfak atas pembinaan dan pendampingan yang konsisten selama proses persiapan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para sponsor, yakni Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak, Bank Papua, dan LNG Tangguh, yang telah membantu memenuhi kebutuhan kontingen selama mengikuti Pesparawi Nasional.

LPPD turut mengapresiasi perhatian yang diberikan anggota DPR Provinsi Papua Barat, Saleh Siknun, Amin Ngabalin, Cliford Ndandarmana, dan Fachri Turah, serta Marcel Rahamitu dan Charles Kambu, yang dinilai ikut memberikan motivasi bagi seluruh kontingen.

Penghargaan juga diberikan kepada jemaat GKI Imanuel Fakfak, GPI Papua Bethel Fakfak, GPdI Bethesda Fakfak, GKI Kalvari Fakfak, dan GKI Pniel Anggori Manokwari yang telah menyediakan tempat latihan selama proses persiapan menuju Pesparawi Nasional.

Bagi LPPD, keberhasilan meraih Gold II merupakan bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, gereja, masyarakat, dan dunia usaha mampu melahirkan prestasi yang membanggakan. Sementara bonus Rp300 juta dari Bupati Samaun Dahlan dipandang sebagai simbol kehadiran pemerintah dalam menghargai setiap upaya putra-putri daerah yang berjuang membawa nama Fakfak ke tingkat nasional.

Kini, setelah keberhasilan itu dirayakan dalam suasana syukur, LPPD memastikan bahwa perjuangan belum berakhir. Di hadapan amanah sebagai tuan rumah Pesparawi Provinsi Papua Barat, organisasi tersebut berkomitmen memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun sinergi yang lebih luas agar Kabupaten Fakfak tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga terus mencatatkan prestasi yang membanggakan di panggung nasional.

"Gold II adalah kebanggaan hari ini, tetapi bagi kami itu bukan garis akhir. Itu adalah titik awal untuk bekerja lebih keras, melahirkan prestasi yang lebih tinggi, dan memastikan nama Kabupaten Fakfak terus dikenal karena semangat, kualitas, dan karya terbaik putra-putri daerahnya," tutup Maryo Manuputty dan Karel Basary.

 

Writter & Editor : Den