Hilirisasi Kelapa dan Pala Dimulai, Gubernur: Akhirnya Maluku Tak Lagi Hanya Hasilkan Bahan Mentah

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 30 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hilirisasi Kelapa dan Pala Dimulai, Gubernur: Akhirnya Maluku Tak Lagi Hanya Hasilkan Bahan Mentah

Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Maluku Tengah – Sebuah tonggak sejarah pembangunan ekonomi ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II untuk komoditas kelapa dan pala di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH, LLM, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi, Bupati Maluku Tengah beserta Forkopimda Kabupaten, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis.

Sebagai pelaksana proyek, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 8 menurunkan jajaran pimpinan, termasuk Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, beserta manajemen. Hadir pula kepala instansi teknis, tokoh masyarakat, para raja se-kecamatan, kelompok tani, dan penyuluh pertanian yang menyambut gembira dimulainya pembangunan ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang akhirnya mewujudkan acara ini setelah sempat mengalami penundaan beberapa kali. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memenuhi target program nasional maupun daerah, melainkan menjawab kebutuhan mendesak masyarakat Maluku.

“Terlalu lama kita hanya menjadi produsen bahan mentah. Nilai tambah dari hasil bumi kita justru dinikmati oleh industri di luar daerah, sementara petani di sini hanya mendapatkan bagian yang sangat kecil. Hari ini, mentari harapan itu akhirnya bersinar. Maluku Tengah resmi memiliki industri pengolahan sendiri, dan ini akan diikuti oleh komoditas lain termasuk sektor perikanan,” tegasnya.

Menurut Gubernur, hilirisasi adalah kunci utama mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, karena proyek ini akan membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar. Ia juga berharap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) yang dijalankan oleh PTPN dapat menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kemajuan ini. “Mari kita ciptakan iklim investasi yang kondusif, jaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta minimalkan konflik. Keberhasilan proyek ini ada di tangan kita bersama,” tambahnya.

-Investasi Capai Rp640 Miliar, Kebutuhan Bahan Baku Terpenuhi

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku dalam keterangannya menyatakan bahwa proses peletakan batu pertama berjalan aman dan lancar. Berdasarkan data yang disampaikan manajemen PTPN, proyek ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 20 hektar dengan total nilai investasi mencapai Rp640 miliar.

Rinciannya, pabrik kelapa terintegrasi menelan dana Rp500 miliar dan membutuhkan pasokan 300 ribu butir kelapa setiap harinya. Sedangkan pabrik pengolahan pala atau oleoresin dibangun dengan investasi Rp140 miliar, yang memerlukan pasokan 2.568 ton biji pala kering per tahun.

Dari sisi ketersediaan bahan baku, data menunjukkan potensi produksi kelapa di Maluku mencapai 400 juta butir per tahun, yang berarti pasokan sangat mencukupi. Sementara untuk komoditas pala, stok yang ada saat ini masih dapat memenuhi kebutuhan pabrik, namun ke depannya diperlukan perluasan lahan dan pengembangan budidaya agar pasokan tetap berkelanjutan seiring berkembangnya industri.

(M.N)