Pimpin Bakti Sosial HUT IDI ke-76 di Tomage, dr. Arini Rafiqoh Asri Perkuat Komitmen Dokter Melayani Masyarakat hingga Pelosok Fakfak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pimpin Bakti Sosial HUT IDI ke-76 di Tomage, dr. Arini Rafiqoh Asri Perkuat Komitmen Dokter Melayani Masyarakat hingga Pelosok Fakfak

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pengabdian dokter tidak semestinya berhenti di ruang praktik dan rumah sakit. Di Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, pengabdian itu menjelma menjadi pelayanan kesehatan gratis yang menghadirkan puluhan dokter spesialis dan dokter umum untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

Di balik kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut, Ketua IDI Cabang Fakfak, dr. Arini Rafiqoh Asri, Sp.OG, menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Tomage, Sabtu (24/10/2026), itu mendapat sambutan besar dari masyarakat. Pantauan media ini menunjukkan tingginya animo warga yang datang untuk memeriksakan kesehatan. Ratusan pasien memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pemeriksaan medis gratis dengan berbagai keluhan kesehatan.

Antusiasme itu memperlihatkan betapa pentingnya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan akses pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis.

Bagi IDI Cabang Fakfak, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial memperingati hari lahir organisasi profesi dokter. Lebih dari itu, bakti sosial menjadi ruang pengabdian untuk mempertemukan kompetensi tenaga medis dengan kebutuhan nyata masyarakat.

dr. Arini: HUT IDI Harus Menjadi Momentum Pengabdian

Dalam sambutannya, dr. Arini Rafiqoh Asri menekankan bahwa peringatan HUT IDI ke-76 dengan tema “IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa” mengandung pesan tentang persatuan, kemajuan profesi, dan tanggung jawab dokter terhadap masyarakat.

Menurut dia, perjalanan panjang IDI harus terus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, bukan hanya menjadi simbol perjalanan organisasi.

“Peringatan HUT IDI ke-76 bukan sekadar identitas peringatan, tetapi menjadi simbol perjalanan persatuan, semangat kemajuan, dan pengabdian untuk rakyat Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dr. Arini.

Ia menjelaskan, tema tersebut mencerminkan komitmen IDI untuk terus berkarya melalui peran aktif para dokter, membangun sistem kesehatan yang lebih baik, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Komitmen itu, menurut dia, perlu diwujudkan melalui pelayanan yang bermutu dan kehadiran tenaga medis di tengah masyarakat, termasuk di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan.

Bakti sosial di Tomage menjadi salah satu bentuk konkret dari semangat tersebut. Dengan melibatkan dokter spesialis dan dokter umum, IDI Cabang Fakfak berupaya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai keluhan yang mereka alami.

Kehadiran para dokter dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa profesionalisme kedokteran berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

Bersinergi dengan Pemerintah Daerah

dr. Arini turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, khususnya Bupati Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., beserta jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan unsur penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan.

Dukungan tersebut dinilai memberi ruang bagi para dokter untuk menjalankan tanggung jawab profesinya sekaligus memperluas manfaat pelayanan medis bagi masyarakat.

Sinergi ini juga sejalan dengan upaya memperkuat pembangunan kesehatan daerah. Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada kemampuan berbagai pihak untuk bekerja bersama, menjangkau masyarakat, dan menjawab kebutuhan medis secara tepat.

Bagi dr. Arini, kerja sama semacam itu perlu terus dipelihara agar pengabdian para dokter dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Fakfak.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, pemerintah distrik, kepala kampung, masyarakat Tomage dan Bomberay, panitia pelaksana, serta seluruh anggota IDI Cabang Fakfak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

Apresiasi khusus diberikan kepada rekan-rekan sejawat yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan kompetensi untuk menyukseskan pelayanan kesehatan gratis itu.

Ratusan Pasien Datang, Akses Kesehatan Menjadi Perhatian

Tingginya jumlah warga yang memanfaatkan pemeriksaan gratis di Puskesmas Tomage menjadi salah satu gambaran penting dari pelaksanaan bakti sosial tersebut.

Ratusan pasien dengan beragam keluhan datang untuk mendapatkan pemeriksaan. Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, disertai edukasi dan tindak lanjut medis sesuai kebutuhan pasien.

Kegiatan bakti sosial memang tidak dapat menggantikan pelayanan kesehatan rutin yang berkesinambungan. Namun, kehadiran dokter spesialis dan dokter umum dalam satu kegiatan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan awal, konsultasi, serta arahan medis sesuai hasil evaluasi tenaga kesehatan.

Dari sudut pandang pelayanan publik, kegiatan seperti ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran tentang pentingnya deteksi dini, pemeriksaan berkala, dan penanganan penyakit berdasarkan rekomendasi dokter.

Karena itu, manfaat bakti sosial akan semakin besar apabila hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti melalui fasilitas kesehatan setempat, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan atau perawatan secara berkelanjutan.

Kehadiran IDI Cabang Fakfak di Tomage memperlihatkan bahwa pengabdian profesi kedokteran tidak semata-mata diukur dari kemampuan menangani penyakit, tetapi juga dari kemauan menjangkau masyarakat dan membantu membuka akses terhadap pelayanan kesehatan.

Dokter Berkemajuan, Pengabdian Harus Terus Berjalan

Bagi dr. Arini Rafiqoh Asri, momentum HUT IDI ke-76 menjadi pengingat bahwa kemajuan profesi dokter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengabdian kepada bangsa.

Kemajuan ilmu kedokteran, profesionalisme, dan kompetensi tenaga medis akan memiliki arti lebih besar ketika dapat dirasakan masyarakat secara langsung, tanpa mengabaikan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan kesinambungan perawatan.

Melalui kegiatan di Tomage, IDI Cabang Fakfak menunjukkan bahwa semangat berbakti untuk bangsa dapat diwujudkan melalui langkah konkret: menghadirkan dokter, memberikan pemeriksaan gratis, serta membangun kolaborasi untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Di akhir sambutannya, dr. Arini kembali menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Fakfak, terutama warga Distrik Tomage dan Bomberay.

Ia juga mengajak seluruh anggota IDI untuk mempertahankan semangat kebersamaan, dedikasi, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Peringatan HUT IDI ke-76 di Tomage pada akhirnya menghadirkan pesan yang lebih luas daripada seremoni organisasi. Di tengah ratusan warga yang datang mencari pelayanan medis, pengabdian dokter menemukan maknanya: ilmu yang dimiliki tidak hanya untuk menjalankan profesi, tetapi juga untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Selamat HUT ke-76 Ikatan Dokter Indonesia. Salam Satu IDI.
 

Writter & Editor: Den