Asisten II Rustam Simanjuntak Buka Lomba Jukulele Nusaniwe: Jukulele Identitas Budaya Maluku yang Wajib Diwariskan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Asisten II Rustam Simanjuntak Buka Lomba Jukulele Nusaniwe: Jukulele Identitas Budaya Maluku yang Wajib Diwariskan

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Lomba Jukulele Festival Tingkat Kecamatan Nusaniwe berlangsung khidmat dan penuh semangat di Katolik Center, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten Dua Sekretariat Daerah Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, ST., M.T., yang sekaligus membacakan sambutan Wali Kota Ambon terkait pelestarian dan pengembangan budaya daerah.

-Sarana Pelestarian Budaya Sejak Usia Emas

Ajang ini diikuti anak-anak usia 10 hingga 16 tahun — masa emas pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai budaya. Hadir pula Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ibu Lisa Wattimena, Camat Nusaniwe, Danramil Nusaniwe, serta Kapolsek Nusaniwe, mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung potensi dan kreativitas generasi muda.

Sebanyak delapan grup tampil penuh percaya diri, menunjukkan kemampuan teknis, kreativitas, serta penghayatan seni dalam memainkan jukulele — alat musik ikonik yang menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya Maluku. Kedelapan grup tersebut adalah: SD Negeri 85, SD Teladan Grup Jukulele, Grup Eklesia, SMP Negeri 19, Grup Nativiti, Grup Rayen Voice Jukulele, Grup Twenty Two, dan Jukulele SD Inpres 25.

-Jukulele Bukan Sekadar Alat Musik — Itu Identitas Kita

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Asisten II Rustam Simanjuntak, ditegaskan bahwa jukulele bukan sekadar alat musik, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas kolektif dan kekayaan budaya Maluku yang wajib dijaga, dikembangkan, dan diwariskan secara berkelanjutan dari generasi ke generasi.

"Jukulele telah tumbuh menyatu dengan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Maluku sejak masa leluhur. Melalui jukulele, anak-anak belajar bukan hanya bermusik, melainkan mencintai akar budaya mereka sendiri," tegas pesan Wali Kota.

Pemerintah Kota menilai, pembelajaran dan latihan rutin memainkan jukulele secara sistematis akan membentuk karakter yang kuat, kedisiplinan, kepekaan estetika, hingga rasa cinta tanah air yang mendalam pada generasi muda. Oleh karena itu, lomba ini dinilai sangat strategis — menanamkan nilai budaya sejak dini, agar anak-anak tak sekadar mengenal, melainkan mencintai, melestarikan, dan mengembangkan warisan leluhur dengan penuh kebanggaan.

-Harapan: Terus Berlatih, Harumkan Nama Daerah Sebagai Duta Budaya

Para peserta pun diharapkan terus berlatih dengan tekun, disiplin, dan tulus, agar kemampuan mereka semakin matang dan kelak dapat mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas sebagai duta budaya Maluku.

Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmen penuh untuk terus mendukung, memfasilitasi, dan mendorong berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda — wujud nyata pelestarian identitas daerah sekaligus pembentukan karakter bangsa yang berakar pada kearifan lokal.

"Lomba jukulele ini diharapkan terus berkembang dan berkelanjutan, sehingga budaya Maluku yang terwujud lewat musik jukulele dapat terus hidup, bernapas, dinikmati, dan diwariskan dari generasi ke generasi dengan penuh kebanggaan dan semangat persatuan," pungkas pesan Wali Kota.

(M.N)