28 Puskesmas dan Pustu di Maluku Tenggara Rusak, Revitalisasi Besar-Besaran Dimulai 2027

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

28 Puskesmas dan Pustu di Maluku Tenggara Rusak, Revitalisasi Besar-Besaran Dimulai 2027

28 Puskesmas dan Pustu di Maluku Tenggara Rusak, Revitalisasi Besar-Besaran Dimulai 2027

Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Kondisi fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara masih menghadapi tantangan besar. Dari total 35 puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di wilayah itu, sebagian besar masih berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muhsin Rahayaan, mengatakan kerusakan infrastruktur kesehatan menjadi salah satu hambatan dalam peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Dari 35 pustu yang ada, hanya sebagian kecil yang kondisinya baik. Sisanya membutuhkan rehabilitasi dan peningkatan sarana pendukung,” kata Muhsin di Langgur Selasa (9/6).

Tidak hanya pustu, dari 21 puskesmas yang beroperasi saat ini, baru empat yang telah menggunakan bangunan prototipe sesuai standar terbaru Kementerian Kesehatan. Sebanyak 17 puskesmas lainnya masih menggunakan bangunan lama.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang telah menyiapkan program revitalisasi fasilitas kesehatan mulai tahun 2027.

Program tersebut mencakup rehabilitasi puskesmas, pembangunan pustu, peningkatan sarana pelayanan medis, hingga penguatan fasilitas pendukung lainnya.

Muhsin menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan menjadi kebutuhan mendesak mengingat Maluku Tenggara merupakan daerah kepulauan dengan luas wilayah laut yang jauh lebih besar dibanding daratan.

“Kondisi geografis kita membuat pelayanan kesehatan membutuhkan fasilitas yang lebih kuat dan memadai,” ujarnya.

Selain rehabilitasi bangunan, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan peningkatan layanan rumah sakit. RSUD Karel Sadsuitubun telah ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.

Sejumlah fasilitas baru seperti ruang CT Scan, ruang sitotoksik, hingga ruang Cath Lab juga telah dipersiapkan untuk mendukung pengembangan layanan spesialistik tersebut.

Muhsin optimistis revitalisasi fasilitas kesehatan akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Maluku Tenggara.

“Kalau fasilitas semakin baik, tenaga kesehatan tersedia, dan akses pelayanan semakin mudah, maka kualitas kesehatan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.