Pemkab Mimika,Freeport dan YPMAK Teken MoU.

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 17 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pemkab Mimika,Freeport dan YPMAK Teken MoU.

Pemkab Mimika,Freeport dan YPMAK Teken MoU.

Jakarta Kabarsulselindonesia.web.id – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) resmi menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) strategis yang diharapkan menjadi babak baru percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.

Penandatanganan yang berlangsung di Jakarta, Rabu (17/6/2026), dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma, Direktur Utama YPMAK Leonardus Tumuka, serta jajaran pimpinan OPD.

Namun, di balik seremoni penandatanganan, tantangan terbesar sesungguhnya adalah memastikan kesepakatan tersebut tidak menjadi sekadar dokumen yang tersimpan rapi di atas meja birokrasi.

Bupati Mimika Johannes Rettob secara tegas mengingatkan bahwa era pembangunan saat ini menuntut kerja bersama antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Ia meminta seluruh pihak segera menerjemahkan MoU ke dalam langkah nyata melalui perjanjian kerja sama yang memiliki target jelas dan hasil yang bisa dirasakan masyarakat.

  “Jangan sampai MoU ini menjadi dokumen yang tertidur. Harus ada tindak lanjut yang nyata sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Johannes.

Bupati juga menyoroti perlunya perubahan pola pembangunan di Mimika. Menurutnya, selama ini masih terdapat program yang berjalan sendiri-sendiri sehingga dampaknya belum maksimal. Ia mengusulkan adanya blueprint pembangunan bersama agar APBD, dukungan pemerintah pusat, program Freeport, dan YPMAK bergerak dalam satu arah yang sama.

Di sisi lain, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan besarnya kontribusi perusahaan kepada Mimika. Sepanjang tahun 2025, kontribusi melalui berbagai skema penerimaan negara dan daerah mencapai sekitar Rp4,8 triliun, ditambah sekitar Rp1,2 triliun pembagian keuntungan bersih pada tahun 2026, sehingga totalnya mencapai sekitar Rp6 triliun.

Angka fantastis tersebut menjadi pengingat bahwa Mimika memiliki sumber daya yang besar. Pertanyaannya bukan lagi soal ada atau tidaknya dana, tetapi bagaimana setiap rupiah mampu diterjemahkan menjadi sekolah yang lebih baik, layanan kesehatan yang menjangkau masyarakat, penguatan ekonomi kampung, serta infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan rakyat.

MoU antara Pemkab Mimika, Freeport, dan YPMAK menjadi momentum penting. Namun sejarah pembangunan akan menilai bukan dari jumlah tanda tangan yang dibubuhkan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Amungme, Kamoro, dan seluruh warga Mimika.

Editor : Bruce Elang