Badai di Kei Besar, Respons Kilat Pemkab Maluku Tenggara Diuji di Tengah Deru Gelombang

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Badai di Kei Besar, Respons Kilat Pemkab Maluku Tenggara Diuji di Tengah Deru Gelombang

Maluku Tenggara, KabarsulselIndonesia.web.id | Langit di atas Kei Besar Selatan Barat berubah muram pada 21 Januari 2026. Hujan turun deras tanpa jeda, angin menggulung dari laut, dan gelombang pasang menghantam pesisir. Dalam hitungan jam, sejumlah ohoi di wilayah itu terendam dan porak-poranda.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tak menunggu lama. Respon cepat segera digerakkan. Aparat daerah diturunkan, data dikumpulkan, dan jalur distribusi bantuan mulai disusun. Di tengah situasi yang serba mendesak, komitmen pemerintah diuji—bukan hanya dalam pernyataan, tetapi dalam tindakan.

Bupati Maluku Tenggara menginstruksikan penanganan darurat dilakukan tanpa jeda. Meski tengah berada di luar daerah menjalankan agenda pemerintahan, koordinasi tetap dikendalikan dari jarak jauh. Instruksi mengalir, memastikan roda penanganan bencana tetap berputar.

Melalui perangkat daerah terkait, pendataan dilakukan menyisir wilayah terdampak. Nama-nama ohoi mulai tercatat: Weduar Feer, Watkidat, Rahangiar, Feer, Ngafan, Sungai, hingga Hako. Di balik daftar itu, ada rumah yang rusak, kebun yang tergenang, dan kehidupan yang mendadak terguncang.

Bantuan pun disiapkan. Pemerintah menjadwalkan penyaluran logistik pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 10.00 WIT, dipusatkan di Ohoi Ngavan, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat. Lokasi ini dipilih sebagai titik distribusi untuk menjangkau warga dari berbagai ohoi yang terdampak.

Tim lapangan diberi mandat jelas: mengawal bantuan hingga tiba di tangan yang tepat. Tidak sekadar menyalurkan, tetapi memastikan setiap paket bantuan menjawab kebutuhan mendesak warga.

Di tengah sisa-sisa genangan dan puing yang belum sepenuhnya pulih, langkah cepat ini menjadi penanda kehadiran negara. Bahwa dalam situasi genting, pemerintah tidak absen. Bahwa di tengah badai yang datang tanpa aba-aba, ada upaya untuk memastikan warga tidak berdiri sendirian menghadapi bencana.
 

Writter : Elang Key | Editor : Den