Bupati Maluku Tenggara Tegas ke CPNS: Jangan Minta Dihormati, Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
Bupati Maluku Tenggara Tegas ke CPNS: Jangan Minta Dihormati, Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
AMBON Kabarsulselindonesia.web.id – Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar tidak menjadikan status sebagai aparatur sipil negara (ASN) sebagai alasan untuk meminta penghormatan dari masyarakat. Sebaliknya, ASN harus hadir sebagai pelayan publik yang memberikan pelayanan cepat, mudah, dan profesional.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 di Ambon, Sabtu (4/7/2026).
"ASN adalah pelayan masyarakat. Jangan meminta untuk dihormati, tetapi berikan pelayanan terbaik. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, kalau bisa dipercepat mengapa diperlambat," tegas Thaher Hanubun di hadapan para peserta Latsar.
Menurut Bupati, pelatihan dasar bukan sekadar memenuhi syarat administrasi untuk diangkat sebagai ASN, melainkan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, integritas, profesionalisme, serta pola pikir sebagai pelayan masyarakat.
Ia menjelaskan, selama 74 hari kerja atau setara 647 jam pelajaran, para peserta telah mengikuti proses pembelajaran yang mencakup pembelajaran mandiri, pembelajaran virtual, aktualisasi di tempat kerja, hingga pembelajaran klasikal.
Melalui proses tersebut, para CPNS diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam setiap pelaksanaan tugas.
Bupati menegaskan bahwa birokrasi yang profesional tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. ASN juga harus memiliki kematangan emosional dan spiritual agar mampu bekerja sama, menerima masukan, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
"ASN yang cerdas tetapi tidak mampu mengendalikan emosi dan tidak berlandaskan hati nurani akan sulit membangun kerja sama yang baik, cenderung arogan, dan berpotensi gagal menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik," ujarnya.
Thaher Hanubun juga mengingatkan bahwa saat ini seluruh pelayanan pemerintah berada dalam sorotan publik seiring berkembangnya era keterbukaan informasi dan media sosial.
Menurutnya, masyarakat kini dapat dengan mudah menyampaikan kritik apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) maupun ketentuan yang berlaku.
"Setiap pelayanan publik akan selalu menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, jadikan orientasi pelayanan sebagai budaya kerja. ASN harus siap menerima pengawasan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan," katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa kelulusan Latsar bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang sebagai abdi negara.
Ia meminta para CPNS terus meningkatkan kompetensi, menjaga idealisme, belajar dari pengalaman para senior, serta memberikan kontribusi positif bagi organisasi.
Selain itu, Bupati menegaskan agar ASN tetap menjaga netralitas dengan tidak terlibat dalam afiliasi maupun kepentingan politik praktis.
"Bekerjalah dengan hati yang tulus untuk kemajuan Maluku Tenggara Hebat. Jadilah ASN yang mampu menghadirkan solusi, menjaga kepercayaan masyarakat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN dalam setiap pelaksanaan tugas," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, atas dukungan dan fasilitasi sehingga Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 dapat terselenggara dengan baik.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi ASN yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta berkomitmen memberikan pelayanan publik yang berkualitas demi terwujudnya Maluku Tenggara Hebat.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook