Reses di Maluku Tenggara, Wakil Ketua DPRD Maluku Fauzan Rahawarin: Jalan, Dermaga, Jembatan, Pagar Sekolah Dan Rumah Dinas Puskesmas Jadi Aspirasi Mendesak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 16 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Reses di Maluku Tenggara, Wakil Ketua DPRD Maluku Fauzan Rahawarin: Jalan, Dermaga, Jembatan, Pagar Sekolah Dan Rumah Dinas Puskesmas Jadi Aspirasi Mendesak

AMBON, Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin, menyerap sejumlah aspirasi mendesak dari masyarakat saat melaksanakan Reses Masa Sidang III di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam wawancara di Kantor DPRD Maluku, Karang Panjang, Rabu (16/9/2026), ia menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi keluhan warga dan meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera menindaklanjutinya.

-Jalan Tethoat–Ohera Belum Hotmix, Debu Mengganggu Kesehatan Warga

Salah satu keluhan utama datang dari wilayah Tual dan Maluku Tenggara — Jalan Tethoat–Maduat menuju Desa Ohera yang panjangnya hampir 1 kilometer hingga kini belum di-hotmix. Jalan tersebut baru dilapisi tanah putih, sehingga debu yang ditimbulkan sangat mengganggu warga di sekitarnya.

"Debu-debu yang dihirup masyarakat setiap hari menjadi keluhan kesehatan yang nyata. Harapannya, Pemerintah Provinsi segera menyelesaikan pengerasan jalan ini agar warga tidak lagi harus menghirup debu setiap harinya," ungkap Fauzan.

Aspirasi ini juga telah dikonfirmasi saat ia bertemu langsung dengan Bupati Maluku Tenggara.

-Dermaga Desa Debut Belum Memadai,  Pariwisata Internasional Terhambat

Di Desa Debut, masyarakat meminta pembangunan dermaga yang layak. Hal ini menjadi penting karena wilayah tersebut sering menjadi lokasi kegiatan Sail Wonderful, di mana kapal-kapal asing berkunjung. Dermaga yang belum representatif dinilai tidak mendukung citra pariwisata Maluku Tenggara di mata wisatawan asing.

"Ketika kegiatan pariwisata berskala internasional datang, infrastruktur harus siap menyambut. Dermaga yang layak adalah wajib agar pariwisata Maluku Tenggara semakin dikenal dan berkembang," tegasnya.

Jembatan Rumah Dian, Jalan Dulah Laut, Pagar Sekolah dan Rumah Dinas Puskesmas Jadi Sorotan

Beberapa persoalan lain yang juga didesakkan:

-Jembatan Rumah Dian — hingga kini belum terselesaikan, menghambat akses warga.

-Jalan Lingkungan Desa Dulah Laut, Kota Tual — belum tuntas pengerjaannya.

-Pagar Sekolah Tingkat SMA — banyak sekolah belum memiliki pagar, sehingga mengganggu aktivitas belajar dan membahayakan aset sekolah serta keamanan siswa.

-Rumah Dinas Puskesmas Dulah Laut  belum tersedia, sehingga tenaga kesehatan harus bolak-balik antar pulau, menurunkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Tanpa rumah dinas, perawat tidak bisa menetap di lokasi. Padahal Dulah Laut adalah pulau terpisah dari Pulau Besar. Pelayanan kesehatan menjadi terhambat karena mereka harus menyeberang pulang-pergi," jelas Fauzan.

-Desa Ewu, Kei Kecil: Sumber Air Bersih, Jalan Masih Terbengkalai

Di Kei Kecil, Desa Ewu yang berperan penting sebagai sumber distribusi air bersih untuk wilayah perkotaan Pulau Kei Kecil ternyata akses jalannya belum memadai. Masyarakat berharap jalan tersebut segera diperbaiki mengingat peran strategis desa ini bagi kebutuhan air bersih warga.

-Aspirasi Harus Terealisasi Legislator Menyerap, Eksekutif Harus Menindaklanjuti

Fauzan menegaskan, reses adalah momen menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Tugas legislator adalah menampung dan memperjuangkannya, namun kunci keberhasilan ada pada pihak eksekutif untuk merealisasikannya.

"Kami menyerap aspirasi, kini giliran Pemerintah Provinsi Maluku untuk menindaklanjuti. Rumah dinas puskesmas di wilayah terpencil wajib ada agar tenaga kesehatan bisa menetap. Pagar sekolah wajib dibangun agar aset aman dan hewan ternak tidak masuk ke lingkungan sekolah. Demikian juga dermaga dan jalan  semuanya adalah kebutuhan dasar masyarakat," pungkasnya.

(M.N)