Sertijab BPBD, Samaun Dahlan Tegaskan Disiplin Kinerja dan Kesiapsiagaan Bencana di Fakfak
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | 18 Mei 2026 — Di Aula Kantor BPBD Fakfak, Jalan Chritina M. Tiahahu, Kelurahan Wagom, Distrik Pariwari, suasana berlangsung khidmat namun sarat pesan tegas.
Serah terima jabatan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak, Senin siang, bukan sekadar pergantian pejabat. Di forum itu, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, menegaskan ulang arah kebijakan penanggulangan bencana sekaligus disiplin kinerja aparatur.
Jabatan Kepala Pelaksana BPBD resmi beralih dari Abdul Samad Hatala yang telah memasuki usia purna tugas kepada Kery W. Nafisah. Di hadapan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran pegawai, Samaun menyampaikan apresiasi kepada Abdul Samad Hatala yang telah menuntaskan masa pengabdiannya. Ia menyebut semangat dan energi yang ditunjukkan selama memimpin BPBD sebagai contoh dedikasi aparatur yang patut diteladani.
Namun pujian itu segera diimbangi dengan pesan serius kepada pejabat baru. Bupati meminta Kery W. Nafisah segera melakukan konsolidasi internal. Menurutnya, organisasi yang solid hanya terbangun dari koordinasi yang kuat dan keterlibatan aktif seluruh pegawai.
“Seluruh unsur dalam organisasi harus bekerja bersama-sama. BPBD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Kabupaten Fakfak, kata Samaun, bukan wilayah tanpa risiko. Potensi longsor, banjir, hingga berbagai kondisi darurat lainnya menuntut kesiapan yang tidak bersifat insidental.
Ia meminta agar pemetaan wilayah rawan bencana dilakukan secara sistematis dan diperbarui secara berkala. Tim tanggap bencana harus siap bergerak kapan saja, bukan hanya ketika perintah turun.
Penekanan juga diarahkan pada aspek administrasi. Bagi Samaun, kerja lapangan yang cepat tak akan berarti tanpa dukungan data dan perencanaan yang rapi. Dokumen kebencanaan, basis data, serta usulan kegiatan harus disusun tepat sasaran dan terukur.
“Kekuatan organisasi bukan hanya di lapangan, tetapi juga pada kesiapan administrasi dan perencanaan yang matang,” katanya.
Di luar isu kebencanaan, Bupati turut menyinggung wajah birokrasi. Ia mendorong pimpinan OPD, termasuk BPBD, mulai memikirkan pembenahan kantor dan lingkungan kerja. Kantor pemerintahan, menurutnya, harus berubah menjadi lebih representatif dan nyaman sebagai cerminan etos kerja baru.
Samaun juga menegaskan bahwa evaluasi terhadap pimpinan OPD akan dilakukan secara berkelanjutan. Ukurannya jelas: kemampuan memimpin organisasi dan capaian kinerja.
Pemerintah daerah, katanya, membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki kapasitas, inovasi, dan semangat untuk mengambil peran lebih besar dalam pemerintahan.
“Saya siap mendukung dan mendampingi BPBD. Saya orang lapangan. Ketika terjadi bencana, pemerintah harus hadir bersama masyarakat,” ujarnya.
Serah terima jabatan di Wagom siang itu menjadi penanda bahwa tantangan kebencanaan di Fakfak tak bisa dihadapi dengan rutinitas administratif semata. Ia menuntut kepemimpinan yang responsif, organisasi yang sehat, serta sistem yang bekerja sebelum bencana datang bukan sesudahnya.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook