Musda Perdana KMK, Bupati Samaun Tegaskan Keberagaman Adalah Energi Besar Membangun Fakfak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 18 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Musda Perdana KMK, Bupati Samaun Tegaskan Keberagaman Adalah Energi Besar Membangun Fakfak

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Aula Santo Yoseph atau Graha Le Cocq d'Armanville, Sabtu pagi, 18 Juli 2026, dipenuhi nuansa persaudaraan. Tokoh adat, para raja dari Tujuh Petuanan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi kemasyarakatan, hingga ratusan warga Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) berkumpul dalam satu forum: Musyawarah Daerah (Musda) I KMK Kabupaten Fakfak.

Di forum itulah Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP menyampaikan sebuah pesan yang melampaui agenda pergantian kepengurusan organisasi. Ia menempatkan Musda pertama KMK sebagai momentum memperkuat persaudaraan sekaligus mempertegas peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan mempercepat pembangunan daerah.

"Musda ini tidak hanya menjadi forum memilih kepengurusan baru, tetapi harus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Fakfak," kata Bupati Samaun dalam sambutannya saat membuka Musda tersebut.

Pernyataan itu menjadi benang merah pidato Bupati Samaun. Di tengah perubahan sosial dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks, ia menilai organisasi masyarakat tidak cukup hanya menjadi ruang berhimpun berdasarkan asal-usul daerah. Organisasi harus mampu bertransformasi menjadi wadah yang menghasilkan pemikiran, melahirkan kader, serta menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Suasana Pembukaan Musyawarah Daerah Pertama Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak | Foto Istimewah KSI

Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, keberadaan Kerukunan Masyarakat Kei bukan sekadar representasi komunitas perantau. Lebih dari itu, KMK merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mozaik sosial Fakfak yang sejak lama dikenal sebagai daerah dengan tradisi toleransi yang kuat dan kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Karena itu, Bupati Samaun memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan masyarakat Kei yang berhasil menyelenggarakan Musda pertama tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan organisasi untuk menyusun arah kebijakan, memperkuat konsolidasi internal, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Dalam pidatonya, Bupati Samaun berkali-kali menekankan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah. Kemajuan Fakfak, kata dia, memerlukan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi sosial dan paguyuban kedaerahan yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.

Ia kemudian menghubungkan semangat itu dengan visi pembangunan Kabupaten Fakfak, yakni mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, aman, dan berdaya saing dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keberagaman.

Di hadapan para peserta Musda, Bupati Samaun mengingatkan bahwa keberagaman bukanlah tantangan yang harus dihindari, melainkan kekuatan sosial yang perlu terus dirawat. Fakfak, menurutnya, telah lama membuktikan bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya justru menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan memperkuat persatuan masyarakat.

"Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan," ujarnya.

Pesan itu mendapat perhatian para peserta yang memenuhi aula. Kehadiran para raja, Dewan Adat Mbaham Matta, Lembaga Masyarakat Adat, tokoh agama, organisasi perempuan, organisasi kepemudaan, hingga unsur pemerintah memperlihatkan wajah Fakfak sebagai ruang bersama yang dibangun di atas nilai saling menghormati.

Bupati Samaun juga menitipkan harapan kepada kepengurusan KMK yang akan dipilih melalui Musda tersebut. Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun organisasi yang semakin solid, adaptif, dan inklusif dengan merangkul seluruh elemen masyarakat Kei tanpa meninggalkan semangat persaudaraan.

Menurutnya, kepengurusan yang kuat bukan hanya diukur dari kemampuan menjalankan roda organisasi, tetapi juga dari kemampuannya membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan.

Musda I KMK, dalam perspektif Pemerintah Kabupaten Fakfak, menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Forum ini menandai semakin menguatnya partisipasi masyarakat sipil dalam pembangunan daerah.

Di tengah dinamika Papua yang terus berkembang, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk menjaga stabilitas, memperkuat kohesi sosial, dan mempercepat pembangunan yang inklusif.

Menjelang akhir sambutannya, Bupati Samaun secara resmi membuka Musyawarah Daerah I Kerukunan Masyarakat Kei Kabupaten Fakfak Tahun 2026 dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Samaun menabuh tifa dan langsung di sambut tepuk tangan panjang dari para peserta mengiringi pembukaan forum yang diharapkan melahirkan kepemimpinan baru sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Kei bagi kemajuan Kabupaten Fakfak.

Musda perdana ini pada akhirnya mengirimkan satu pesan yang kuat: kemajuan Fakfak tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui semangat persaudaraan yang tumbuh dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam bingkai itulah Kerukunan Masyarakat Kei menegaskan perannya bukan sekadar menjaga identitas budaya, melainkan ikut merawat harmoni, memperkuat persatuan, dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun Fakfak sebagai rumah yang damai, maju, dan sejahtera bagi semua.

 

Writter & Editor : Den