Tekanan Global Tak Redam Minat Investor, BEI Maluku Siapkan Strategi Khusus Jaga Pasar Modal Tetap Optimal
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Ketidakpastian ekonomi global — mulai dari fluktuasi nilai tukar, perubahan kebijakan moneter negara maju, hingga ketegangan geopolitik — membuat investor asing semakin berhati-hati dalam menempatkan modalnya di pasar negara berkembang. Namun, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat tetap menjadikan pasar modal nasional, termasuk di wilayah Maluku, sebagai tujuan investasi yang menarik. Hal ini disampaikan Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Maluku dan Maluku Utara, Rahma Artika Salampessy, dalam kegiatan Media Gathering bersama insan pers yang berlangsung di Hotel Biz Ambon, Senin (24/8/2026).
-Pertumbuhan Investor Maluku Melampaui Target, Bukti Minat Tetap Tinggi
Meski tekanan eksternal masih membayangi pasar keuangan global, Maluku justru mencatat pertumbuhan investor yang luar biasa — tembus 56.000 investor, melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 52.000. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa wilayah ini memiliki pasar yang semakin cair, berpenduduk besar, dan berpotensi tinggi untuk terus berkembang.
"Kondisi global memang membuat investor asing cenderung berhati-hati dan lebih selektif memilih pasar yang berfundamen kuat. Namun, pertumbuhan investor domestik yang masif di Maluku menjadi penyangga sekaligus daya tarik tersendiri bagi investor asing. Pasar yang didukung masyarakat yang paham dan berjumlah besar akan lebih tangguh menghadapi gejolak eksternal," ujar Rahma di hadapan para jurnalis.
- Strategi Khusus BEI: Perkuat Literasi & Perluas Jangkauan
Menghadapi dinamika tersebut, BEI Kantor Perwakilan Maluku dan Maluku Utara menegaskan tidak akan berdiam diri. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga pasar modal di wilayah ini tetap berjalan optimal dan berdaya tahan tinggi.
Pilar utama strategi tersebut adalah penguatan literasi keuangan dan pasar modal di kalangan masyarakat luas — dari pelajar, mahasiswa, hingga kalangan profesional dan pelaku usaha. Semakin banyak masyarakat yang memahami mekanisme pasar modal, semakin kokoh fondasi investasi di daerah ini.
"Kami tidak sekadar mengejar jumlah investor, melainkan memastikan mereka memahami risiko dan peluang. Investor yang teredukasi dengan baik akan mengambil keputusan berdasarkan analisis yang matang, bukan karena spekulasi semata. Inilah yang membuat pasar kita lebih stabil," tegas Rahma.
Selain itu, BEI juga terus memperluas jangkauan sosialisasi ke berbagai kabupaten/kota di Maluku dan Maluku Utara, serta mendorong perusahaan-perusahaan daerah untuk mulai melangkah menjadi perusahaan publik.
-Maluku Kian Menjadi Pasar yang Menarik
Rahma menambahkan, pertumbuhan jumlah investor yang pesat di Maluku membuktikan bahwa masyarakat daerah semakin melek keuangan dan mulai memandang pasar modal sebagai alternatif investasi yang menjanjikan. Hal ini sekaligus menjadikan Maluku sebagai wilayah yang diperhitungkan dalam peta pasar modal nasional.
"Kami optimis, dengan fundamental ekonomi yang kuat, dukungan pemerintah daerah, dan semakin tingginya kesadaran masyarakat, pasar modal di Maluku dan Maluku Utara akan terus tumbuh dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah," pungkas Rahma Artika Salampessy.
(M.N)

























Komentar via Facebook