Dikukuhkan Sebagai Bunda Guru Kota Ambon, Lisa Wattimena: Gelar Ini Adalah Panggilan Mengabdi untuk Anak-anak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dikukuhkan Sebagai Bunda Guru Kota Ambon, Lisa Wattimena: Gelar Ini Adalah Panggilan Mengabdi untuk Anak-anak

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Dalam momen bersejarah bagi dunia pendidikan Kota Ambon, Lisa Wattimena, istri Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon untuk masa bakti XXIII 2025–2030. Pengukuhan ini berlangsung dalam Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon bertema "Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas" di Kamari Hotel Ambon, Kamis (20/8/2026), berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Maluku Nomor 12/Kep/Mal/XXIII/2026 tertanggal 14 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Lisa Wattimena menegaskan bahwa amanat ini bukan sekadar seremonial atau penghormatan semata, melainkan sebuah panggilan hati untuk hadir lebih dekat dengan para pendidik dan anak-anak.

"Menjadi Bunda Guru adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ini bukan sekadar gelar yang disandang, melainkan panggilan untuk hadir, peduli, mendukung, serta memberikan keteladanan bagi dunia pendidikan di Kota Ambon," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat harus berjalan beriringan.

"Anak-anak kita membutuhkan pendidikan yang berkualitas, tetapi juga kasih sayang, perlindungan, dan keteladanan dari lingkungan sekitar. Mari kita ciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak," ajaknya.

Lisa juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Maluku — persaudaraan, gotong royong, toleransi, dan saling menghargai — sebagai fondasi karakter generasi penerus.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena memberikan dukungan penuh atas pengukuhan tersebut. Ia menilai kehadiran Bunda Guru adalah langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi tenaga pendidik di lapangan.

"Bunda Guru hadir untuk menjadi jembatan. Setiap kendala yang dirasakan para guru, bisa lebih cepat sampai ke pemerintah daerah, sehingga bisa segera direspons dan dicarikan solusinya," jelas Bodewin.

Pemerintah Kota Ambon, tambahnya, berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan, pemerataan guru, serta penguatan literasi dan numerasi peserta didik.

"PGRI tidak hanya berjuang soal kesejahteraan guru, tetapi yang tak kalah penting — meningkatkan kualitas dan profesionalisme mereka. Karena pada akhirnya, guru yang berkualitas akan melahirkan anak-anak yang cerdas dan berkarakter," tegas Wali Kota.

Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon ini menjadi momen konsolidasi penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan pendidikan masa depan. Dengan semangat kebersamaan, PGRI, pemerintah daerah, dan Bunda Guru berkomitmen berjalan beriringan mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan di Kota Ambon, sebagai bagian tak terpisahkan dari visi besar Indonesia Emas.

(M.N)