Kami Tak Menuntut Jabatan, Tapi Jangan Lupakan Para Pejuang"; ARR Hiripau Singgung Jarak antara Kekuasaan dan Pendukung
"Kami Tak Menuntut Jabatan, Tapi Jangan Lupakan Para Pejuang"; ARR Hiripau Singgung Jarak antara Kekuasaan dan Pendukung
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Pernyataan bernada kritis namun penuh pesan moral disampaikan ARR Hiripau terkait hubungan antara pemimpin dan para pendukung yang telah berjuang dalam proses politik. Menurutnya, kemenangan politik sejatinya bukan hasil kerja seorang diri, melainkan buah dari pengorbanan banyak orang yang setia mengawal perjuangan sejak awal.
Dalam pernyataan tertulisnya, ARR Hiripau menegaskan bahwa para pendukung tidak pernah menempatkan perjuangan mereka sebagai transaksi yang harus dibayar dengan jabatan maupun proyek. Namun, ia mengingatkan bahwa penghargaan moral dan komunikasi yang baik merupakan hal yang tidak boleh hilang setelah kekuasaan diraih.15/06/26
"Kami tidak meminta jabatan, tidak mengejar proyek, dan tidak menuntut imbalan materi. Tetapi jangan sampai mereka yang berada di garis depan saat perjuangan justru merasa menjadi orang asing setelah kemenangan diraih," tegas ARR Hiripau.
Ia mengungkapkan, banyak orang yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan sumber daya pribadi demi memenangkan seorang calon pemimpin ketika situasi politik masih penuh ketidakpastian. Namun, setelah kemenangan tercapai, tidak sedikit yang merasakan semakin jauhnya komunikasi dengan orang-orang yang pernah berjalan bersama.
Menurutnya, kebesaran seorang pemimpin tidak hanya diukur dari keberhasilan membangun infrastruktur atau capaian pemerintahan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga hubungan dengan orang-orang yang pernah berdiri bersama dalam masa-masa sulit.
"Seorang pemimpin besar bukan hanya yang berhasil membangun daerah, tetapi yang tetap menghargai orang-orang yang pernah berjuang bersamanya. Kekuasaan boleh mengubah banyak hal, tetapi rasa hormat kepada para pejuang jangan ikut berubah," ujarnya.
ARR Hiripau menilai, melayani seluruh masyarakat merupakan kewajiban seorang kepala daerah. Namun, pelayanan kepada masyarakat luas tidak seharusnya diartikan sebagai alasan untuk memutus komunikasi dengan para pendukung yang telah mengantarkan amanah tersebut.
Ia mengingatkan bahwa yang paling menyakitkan bagi seorang pejuang politik bukanlah ketika tidak memperoleh jabatan atau keuntungan, melainkan ketika merasa dilupakan setelah memberikan pengorbanan yang besar.
"Balas budi tidak selalu berbentuk uang atau jabatan. Kadang sebuah sapaan, perhatian, dan penghargaan yang tulus jauh lebih berharga daripada materi," katanya.
Pesan yang disampaikan ARR Hiripau tersebut menjadi pengingat bahwa dalam politik, loyalitas tidak selalu menuntut balasan. Namun, penghormatan terhadap mereka yang pernah berjuang bersama merupakan nilai yang tidak boleh hilang di tengah kekuasaan.
"Kesetiaan tidak selalu meminta imbalan, tetapi jangan biarkan pengorbanan berubah menjadi rasa dilupakan."
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook