Gracias Messi",Menanti Tarian Terakhir Sang GOAT di Piala Dunia 2026.

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 10 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Gracias Messi

"Gracias Messi",Menanti Tarian Terakhir Sang GOAT di Piala Dunia 2026.

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Hitungan hari menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada, jutaan pecinta sepak bola di seluruh dunia mulai larut dalam euforia pesta empat tahunan tersebut.

Namun, bagi sebagian penggemar Timnas Argentina, antusiasme kali ini terasa berbeda.

Bukan karena keyakinan La Albiceleste gagal mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Qatar 2022, melainkan karena ada kesadaran bahwa panggung terbesar sepak bola itu kemungkinan akan menjadi tarian terakhir sang kapten, Lionel Messi, bersama Argentina.

Bagi Ronald R, seorang pendukung fanatik Tim Tango, kebahagiaan saat Argentina menaklukkan dunia di Qatar empat tahun lalu masih begitu hidup dalam ingatan.

Setelah puluhan tahun dihantui kegagalan, air mata dan penantian panjang sejak era Amerika Serikat 1994 hingga Rusia 2018, momen ketika Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia menjadi sebuah pelunasan sempurna bagi jutaan hati yang selama ini setia menunggu.

"Rasanya seperti mimpi yang akhirnya menjadi nyata. Kami sudah merasakan puncak kebahagiaan itu pada 2022 lalu. Karena itu, Piala Dunia 2026 saya nikmati dengan perasaan yang lebih tenang," ungkap Ronald, Rabu (10/6/2026).

Meski tetap berharap Argentina mampu mempertahankan mahkota juara dunia, ia mengaku tidak akan terlalu kecewa jika trofi emas itu nantinya menjadi milik negara lain.

Baginya, sepak bola selalu menyimpan kejutan.

"Kalau akhirnya Brasil, Belanda, Prancis atau bahkan Portugal yang juara, saya tidak masalah. Kami sudah pernah merasakan kebahagiaan tertinggi itu bersama Messi dan Argentina," ujarnya.

Namun lebih dari sekadar soal trofi, Piala Dunia 2026 menyimpan nuansa haru tersendiri bagi para pendukung Albiceleste.

Pasalnya, turnamen tersebut diprediksi menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di panggung Piala Dunia.

Kesedihan itu, menurut Ronald, hampir sama seperti ketika Angel Di Maria memutuskan mengakhiri pengabdiannya bersama tim nasional.

"Kami menyaksikan sendiri bagaimana Messi melewati luka, kritik, kegagalan dan air mata bersama Argentina. Kami melihat bagaimana dia jatuh, bangkit dan akhirnya berdiri di puncak dunia. Karena itu, bagi kami, Messi akan selalu menjadi Messi," katanya.

Perasaan itu kembali hadir saat Argentina melakoni laga persahabatan melawan Islandia pada Rabu (10/6/2026).

Meski hanya tampil sekitar 20 menit, keajaiban sang maestro kembali berbicara.

Satu umpan terobosan berkelas sukses memanjakan Lautaro Martinez menjadi gol, sementara sentuhan magis lainnya berujung pada gol ketiga Argentina melalui Rodrigo De Paul.

"Mungkin usianya sudah tidak muda lagi, tetapi Messi selalu tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Argentina menang," tutur Ronald.

Di mata para penggemarnya, kehebatan Lionel Messi tidak hanya terletak pada kemampuan mengolah si kulit bundar.

Sosok yang dijuluki La Pulga itu juga dikagumi karena kerendahan hati, kehidupan keluarganya yang harmonis, serta kepribadiannya yang jauh dari kontroversi.

"Messi adalah panutan. Dia rendah hati, elegan dan tidak pernah berlebihan. Itulah yang membuatnya dicintai bukan hanya oleh Argentina, tetapi oleh dunia," ucapnya.

Kini, menjelang Piala Dunia 2026, Ronald dan jutaan penggemar Argentina lainnya hanya ingin menikmati setiap detik perjalanan terakhir sang GOAT bersama seragam biru putih kebanggaan mereka.

Dan jika nanti takdir berkata lain, mereka telah siap menerima kenyataan itu.

Sebab bagi mereka, Lionel Messi tak lagi sekadar legenda Argentina.

Ia adalah kisah tentang kesetiaan, perjuangan, air mata, dan mimpi yang akhirnya menjadi nyata.

"Terima kasih GOAT, La Pulga, The Messiah, The Alien. Kami akan tetap menontonmu dari sini dengan cinta dan harapan yang sama."

Gracias Messi.

Dan seperti biasa, dari sudut-sudut kecil dunia, doa itu akan kembali terbang ke langit.

Vamos Argentina!

Editor : Bruce Elang