Jangan Sampai Anak Daerah Jadi Penonton di Tanah Sendiri, Pemkab MBD–BPVP Ambon Buka Pelatihan Kerja Hadapi Blok Masela
Jangan Sampai Anak Daerah Jadi Penonton di Tanah Sendiri, Pemkab MBD–BPVP Ambon Buka Pelatihan Kerja Hadapi Blok Masela
TIAKUR, Kabarsulselindonesia.web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mulai membaca ancaman besar di balik masuknya proyek strategis nasional Blok Masela: masyarakat lokal bisa tersingkir di negeri sendiri jika tidak disiapkan dari sekarang.15/05/2026.
Karena itu, Pemkab MBD menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon membuka program pelatihan kerja gratis bagi putra-putri daerah sebagai langkah darurat menyiapkan tenaga kerja lokal menghadapi gelombang investasi dan industri yang mulai bergerak masuk ke wilayah selatan Maluku.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Di baliknya tersimpan kekhawatiran nyata bahwa tanpa keterampilan dan sertifikasi yang memadai, anak-anak daerah hanya akan menjadi penonton ketika proyek raksasa bernilai triliunan rupiah mulai beroperasi di tanah mereka sendiri.
Blok Masela selama ini digadang-gadang sebagai simbol kemajuan dan kebangkitan ekonomi kawasan timur Indonesia. Namun pengalaman di banyak daerah menunjukkan, investasi besar sering kali hanya menghadirkan kemewahan bagi segelintir orang, sementara masyarakat lokal tertinggal sebagai buruh kasar bahkan tersingkir dari ruang hidupnya sendiri.
Karena itu, Pemkab MBD menilai peningkatan kualitas SDM lokal tidak bisa lagi ditunda. Generasi muda harus dipersenjatai dengan keterampilan, kompetensi, dan sertifikat nasional agar mampu bersaing di tengah kerasnya perebutan lapangan kerja industri.
“Jangan sampai proyek besar datang, tetapi anak daerah hanya kebagian debu pembangunan,” demikian suara kritis yang mulai berkembang di tengah masyarakat menyikapi hadirnya investasi besar di wilayah Maluku.
Program pelatihan gratis tersebut dibuka untuk masyarakat umum, khususnya generasi muda MBD yang ingin meningkatkan kemampuan kerja dan memiliki daya saing di sektor industri maupun jasa.
Selain mendapatkan pelatihan teknis, peserta juga akan memperoleh sertifikat kompetensi nasional sebagai modal untuk memasuki dunia kerja formal.
Langkah Pemkab MBD menggandeng BPVP Ambon ini dinilai sebagai sinyal bahwa daerah mulai sadar: pembangunan tanpa kesiapan SDM lokal hanya akan melahirkan ketimpangan baru.
Kini publik menunggu keseriusan seluruh pihak, baik pemerintah, investor, maupun pelaku industri, agar masyarakat Maluku Barat Daya benar-benar dilibatkan sebagai pelaku utama pembangunan, bukan sekadar angka statistik di tengah megahnya proyek nasional.
"Pemburu Korup"

























Komentar via Facebook