Bukan Sekadar Serah Kunci, Thaher Dorong Warga Terdampak Bangkit dan Hidup Layak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bukan Sekadar Serah Kunci, Thaher Dorong Warga Terdampak Bangkit dan Hidup Layak

Bukan Sekadar Serah Kunci, Thaher Dorong Warga Terdampak Bangkit dan Hidup Layak

Maluku Tenggara, Kabarsulselindonesia.web.id — Penyerahan rumah bantuan kepada masyarakat terdampak bencana alam, konflik sosial, dan penghuni rumah tidak layak huni di Maluku Tenggara menjadi lebih dari sekadar seremoni pemerintahan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, rumah yang diserahkan harus menjadi titik awal bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan secara lebih aman dan bermartabat.

Pesan tersebut mengemuka ketika Bupati Maluku Tenggara, Drs. H.I. M. Thaher Hanubun, menyerahkan kunci rumah kepada masyarakat penerima manfaat dalam rangka Program Realokasi Rumah Korban Terdampak Bencana Alam dan Konflik Sosial serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Tahun Anggaran 2026, Jumat (21/8/2026).

Momentum penyerahan kunci itu memperlihatkan secara langsung bagaimana program pemerintah menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni tempat tinggal yang aman dan layak.

Namun, pekerjaan pemerintah tidak seharusnya berhenti pada saat kunci diserahkan.

Rumah bantuan harus dipastikan benar-benar dapat memberikan rasa aman bagi keluarga penerima. Kualitas bangunan, kelayakan hunian, ketepatan sasaran, hingga pemanfaatannya menjadi bagian penting yang menentukan apakah program tersebut benar-benar berhasil atau hanya berhenti sebagai angka dalam laporan pembangunan.

Karena itu, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak harus diwujudkan melalui program yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Bupati Thaher juga mengingatkan penerima manfaat agar menjaga serta merawat rumah yang telah diberikan. Rumah tersebut diharapkan menjadi tempat keluarga membangun kembali kehidupan setelah sebelumnya menghadapi kondisi yang tidak mudah.

Rumah bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada keluarga, keamanan, kesehatan, dan masa depan.

Pandangan tersebut menjadi penting dalam konteks pembangunan daerah. Sebab, keberhasilan pemerintah bukan semata-mata diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat setelah rumah itu ditempati.

Program bantuan hunian juga membutuhkan pengawasan agar pelaksanaannya tetap sesuai tujuan. Setiap rumah yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah harus memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memberikan apresiasi kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut.

Penyerahan kunci pada 21 Agustus 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, terutama kelompok yang berada dalam kondisi rentan.

Bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana atau konflik sosial, mendapatkan hunian baru bukan hanya persoalan memiliki bangunan. Ini menyangkut pemulihan kehidupan dan kesempatan untuk kembali berdiri setelah mengalami situasi sulit.

Karena itu, setelah seremoni berakhir dan tamu meninggalkan lokasi, tanggung jawab pemerintah tetap berjalan.

Kunci boleh diserahkan hari ini, tetapi ukuran keberhasilan program baru terlihat ketika keluarga penerima benar-benar mampu tinggal dengan aman, sehat, nyaman, dan bermartabat.

Di titik itulah kehadiran pemerintah tidak lagi sekadar terlihat dalam seremoni, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Editor: Bruce Elang