Aksi Heroik Pemuda Asal Jawa Bersihkan Selokan di Timika Tuai Pujian Warga

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Aksi Heroik Pemuda Asal Jawa Bersihkan Selokan di Timika Tuai Pujian Warga

Kabarsulsel-lndonesia.web.id. TIMIKA, PAPUA TENGAH Di saat banyak orang memilih mengeluh soal banjir dan selokan tersumbat, seorang pemuda asal Jawa di Timika justru turun langsung ke lapangan melakukan aksi nyata yang mengundang salut masyarakat.

Saefudin, pemuda sederhana yang tinggal di Timika, menjadi sorotan warga setelah dengan penuh kepedulian membersihkan saluran drainase tersumbat di sepanjang Jalan Hasanuddin menuju kawasan Irigasi Ujung.

Tanpa alat berat.

Tanpa bantuan petugas.

Bahkan tanpa perlengkapan memadai.

Ia hanya menggunakan sebatang dahan pohon untuk mengorek tumpukan sampah dan lumpur yang menyumbat aliran air di selokan jalan tersebut.

Aksi spontan itu dilakukan Saefudin saat melihat genangan air mulai meluas dan mengganggu aktivitas warga serta pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Meski sederhana, tindakan itu menghasilkan dampak nyata. Perlahan aliran air kembali lancar, genangan mulai surut, dan akses jalan yang sebelumnya nyaris lumpuh kembali bisa dilalui masyarakat.

Di tengah minimnya kepedulian sebagian orang terhadap kebersihan lingkungan, aksi Saefudin justru menjadi tamparan moral yang menyentuh hati banyak warga.

Tokoh masyarakat, Dianu Omaleng, memberikan apresiasi tinggi atas tindakan mulia tersebut. Menurutnya, Saefudin telah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal suku, asal daerah, maupun status sosial.

“Ini kegiatan yang sangat terpuji dan mulia. Saudara Saefudin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Hanya dengan dahan pohon, dia mampu memberi dampak besar bagi masyarakat di Irigasi Ujung,” ujarnya.

Aksi heroik ini juga menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan lebih peduli terhadap fasilitas umum, terutama drainase yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di sejumlah titik Kota Timika.

Di tengah derasnya kritik terhadap persoalan lingkungan dan minimnya kesadaran kolektif, Saefudin hadir memberi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil dan ketulusan hati.

Kini, jalan menuju Irigasi Ujung kembali normal. Dan di mata warga, Saefudin bukan sekadar pemuda biasa—ia adalah simbol gotong royong dan kepedulian yang mulai langka ditemukan.

“Amolongo Nimao Witimi sapa.”

(Elang)