Speedboat Pemda Sorong–Kokas Bocor di Inanwatan, Stafsus Hubungi Redaksi; Basarnas Bergerak Evakuasi Rombongan
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Perjalanan speedboat Pemerintah Daerah (Pemda) dari Sorong menuju Kokas, Kabupaten Fakfak, berubah menjadi situasi yang memerlukan penanganan darurat setelah kapal yang membawa Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) bersama sejumlah penumpang dilaporkan mengalami kebocoran di perairan Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan.
Informasi mengenai keberadaan rombongan itu diterima redaksi KabarsulselIndonesia.web.id pada Senin pagi, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 06.30 WIT. Drs. Sulaeman Uswanas, Staf Khusus Bupati Fakfak Bidang Ekonomi, mengabarkan bahwa Pj. Sekda bersama rombongan sementara berada di Inanwatan setelah speedboat yang mereka tumpangi mengalami kebocoran.
Dalam komunikasi tersebut, Sulaeman meminta bantuan untuk menghubungi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kokas agar menyiapkan sarana angkutan sekaligus membantu proses evakuasi rombongan menuju Kokas.
Informasi itu segera ditindaklanjuti redaksi. KabarsulselIndonesia.web.id menghubungi Rulando Kafiar, salah satu pegawai Perhubungan di Kokas. Rulando kemudian menghubungkan redaksi dengan Kepala KSOP Kokas, Siswanto, untuk menyampaikan informasi yang diterima sekaligus meminta kejelasan mengenai titik lokasi kejadian.
Langkah tersebut dilakukan agar informasi keberadaan rombongan dapat segera diteruskan kepada pihak yang berwenang dan kebutuhan evakuasi bisa dikoordinasikan. Dalam situasi ketika komunikasi dengan kapal sebelumnya terputus, kejelasan lokasi menjadi informasi krusial bagi upaya pencarian dan pertolongan.
Berangkat dari Sorong, Komunikasi Sempat Terputus
Berdasarkan laporan awal yang dihimpun, speedboat Pemda tersebut bertolak dari Sorong pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WIT. Kapal membawa jenazah seorang perempuan bersama sejumlah penumpang dan kru dengan tujuan Kokas.
Rombongan diperkirakan tiba di Kokas pada pukul 16.00 WIT. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, belum ada kepastian kedatangan. Komunikasi terakhir dengan speedboat itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WIT. Setelahnya, kapal tidak lagi dapat dihubungi.
Terputusnya komunikasi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan rombongan. Informasi mengenai kebocoran kapal yang diterima redaksi pada Senin pagi kemudian memberikan petunjuk baru mengenai situasi yang dihadapi para penumpang.
Meski demikian, kronologi lengkap kejadian, waktu persis kebocoran, penyebab kerusakan, serta kondisi kapal ketika insiden terjadi masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Sejumlah Pejabat dan Keluarga Berada dalam Rombongan
Laporan awal menyebutkan, rombongan tersebut mencakup Pj. Sekda, Asisten I, anggota dewan yang disebut bernama Waode Sahara, Rudy Heremba, Kepala Bagian Umum Cris Ubra, serta sejumlah penumpang lain yang merupakan anggota keluarga. Kru speedboat juga berada di dalam kapal.
Selain para penumpang, speedboat itu membawa jenazah seorang perempuan menuju Kokas.
Hingga berita ini disusun, informasi terperinci mengenai jumlah seluruh orang di atas kapal dan kondisi masing-masing penumpang masih perlu dipastikan. Belum ada keterangan terverifikasi yang dapat memastikan apakah seluruh penumpang telah dievakuasi atau apakah terdapat korban dalam peristiwa tersebut.
Koordinasi Evakuasi Menjadi Prioritas
Informasi mengenai keberadaan rombongan di Inanwatan menjadi dasar penting bagi koordinasi penanganan lebih lanjut. Redaksi telah berupaya menghubungkan informasi tersebut dengan KSOP Kokas, termasuk meminta titik lokasi kejadian agar proses pertolongan dapat diarahkan secara tepat.
Informasi selanjutnya yang dihimpun media menyebutkan bahwa tim Basarnas dari Sorong bergerak untuk melakukan evakuasi rombongan dari Kampung Siri-Siri, Distrik Inanwatan, menuju Kokas. Rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 20.00 WIT pada Senin malam, meskipun waktu tersebut masih harus dikonfirmasi berdasarkan perkembangan operasi di lapangan.
Prioritas utama dalam situasi ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru, sekaligus memperoleh kepastian mengenai kondisi speedboat serta penyebab kebocorannya.
Peristiwa ini juga menempatkan koordinasi antarlembaga sebagai faktor penting dalam penanganan keadaan darurat di laut. Informasi yang cepat, titik lokasi yang akurat, dan komunikasi yang efektif dapat membantu mempercepat respons ketika sebuah kapal menghadapi gangguan dalam perjalanan.
Bagi keluarga dan masyarakat yang menunggu kabar, kepastian mengenai keselamatan rombongan menjadi hal yang paling mendesak. Karena itu, hasil evakuasi dan kondisi seluruh penumpang perlu disampaikan secara terbuka setelah diverifikasi oleh Basarnas dan instansi terkait.
KabarsulselIndonesia.web.id akan terus mengikuti perkembangan peristiwa ini dan memperbarui informasi berdasarkan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook