Kader Perempuan PDIP Lamongan Didorong Kuasai Politik, Erna Sujarwati: Jangan Sekadar Jadi Pelengkap Kuota

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 19 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kader Perempuan PDIP Lamongan Didorong Kuasai Politik, Erna Sujarwati: Jangan Sekadar Jadi Pelengkap Kuota

Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Lamongan — Momentum pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Lamongan menjadi panggung peneguhan peran perempuan dalam politik. Di hadapan sekitar 1.800 kader dan simpatisan partai, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamongan, Erna Sujarwati, menyerukan agar perempuan tidak lagi ditempatkan hanya sebagai pelengkap administratif dalam dunia politik.

Menurut Erna, keterlibatan perempuan di partai politik harus melampaui sekadar pemenuhan kuota 30 persen keterwakilan perempuan yang selama ini diwajibkan dalam sistem politik nasional.

“Jumlah 30 persen perempuan di ruang pelantikan ini bukan sekadar angka. Kehadiran perempuan harus membawa empati, keadilan, dan perubahan nyata bagi masyarakat,” tegasnya dalam pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Lamongan, Kamis (19/5/2026).

Dalam pidatonya, Erna juga mengingatkan kembali pemikiran Sukarno melalui buku Sarinah yang menempatkan perempuan sebagai kekuatan penting dalam perjuangan bangsa dan pembangunan negara.

Ia menilai perempuan bukan hanya pelengkap dalam rumah tangga maupun organisasi, tetapi tiang negara sekaligus motor penggerak perubahan sosial.

“Hari ini perempuan harus berani tampil dan mengambil peran. Ini bagian dari perjuangan mendobrak budaya patriarkis yang selama ini membatasi ruang gerak perempuan,” ujarnya.

Erna juga mendorong generasi muda perempuan agar tidak takut memulai karier politik dari bawah. Menurutnya, proses kaderisasi di partai membuka ruang luas bagi perempuan untuk berkembang mulai dari tingkat anak ranting hingga kepengurusan kabupaten.

“Berpolitik bukan sesuatu yang mustahil bagi perempuan. Semua bisa dimulai dari proses kaderisasi yang panjang dan konsisten,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perempuan yang masuk ke dunia politik harus mampu membawa perspektif dan pengalaman khas perempuan dalam setiap perjuangan kebijakan publik.

“Kuota 30 persen hanyalah pintu masuk secara hukum. Yang lebih penting adalah bagaimana perempuan benar-benar hadir memperjuangkan kepentingan masyarakat dan perempuan secara nyata,” tandasnya.

Pelantikan PAC PDI Perjuangan Lamongan itu sekaligus menjadi momentum konsolidasi partai dalam memperkuat basis kader hingga tingkat akar rumput, termasuk memperbesar ruang kepemimpinan bagi kader perempuan di struktur partai.

(Elang)