YLBH Papua Tengah Soroti Dugaan Tindakan Oknum TNI di Katedral Timika, Desak Permintaan Maaf Presiden
Kabarsulsel-Indonesia.web.id. TIMIKA Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah mengecam dugaan tindakan oknum aparat TNI yang memasuki area Katedral Tiga Raja Timika tanpa izin, termasuk hingga ke ruang privat para pastor.
Direktur YLBH Papua Tengah, Yoseph Temorubun, menyatakan bahwa tindakan tersebut dinilai tidak beretika dan melanggar privasi, terutama karena dilakukan di lingkungan rumah ibadah. Ia menyebut, ruang kamar pastor merupakan area privat yang tidak seharusnya dimasuki tanpa pemberitahuan.
Peristiwa ini disebut terjadi menjelang kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Mimika, Papua Tengah.
YLBH Papua Tengah menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi intimidasi terhadap para imam dan umat. Karena itu, mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto selaku Panglima Tertinggi TNI untuk menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keuskupan serta memberikan teguran kepada jajaran terkait.
Selain itu, YLBH juga mengungkap hasil investigasi internal yang menyebut adanya orang tidak dikenal yang hadir dalam misa dan diduga melakukan pengamatan secara diam-diam, termasuk mengambil dokumentasi saat ibadah berlangsung.
YLBH Papua Tengah mendorong agar pihak keuskupan mengambil langkah resmi dengan menyurati Presiden guna menindaklanjuti dugaan tindakan tersebut. Mereka menegaskan bahwa aparat keamanan seharusnya menjalankan fungsi perlindungan terhadap masyarakat tanpa mencampuri wilayah keagamaan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait dugaan tersebut.
(Elang)

























Komentar via Facebook