HUT ke-50 Mapurjaya Harus Satu Komando, Kegiatan di Luar Arahan Distrik Dinilai Keliru
HUT ke-50 Mapurjaya Harus Satu Komando, Kegiatan di Luar Arahan Distrik Dinilai Keliru
MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Kampung Mapurjaya yang jatuh pada 19 Agustus harus dihormati dan dilaksanakan secara tertib, terarah, serta berada dalam koordinasi pemerintahan wilayah.
Agenda tersebut disebut akan dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, unsur DPRK Mimika, serta sejumlah undangan lainnya. Karena itu, berbagai kegiatan yang mengatasnamakan atau meramaikan HUT Mapurjaya sebelum waktu dan agenda resmi dinilai dapat menimbulkan kesan seolah-olah terdapat kegiatan yang berjalan di luar koordinasi.18/8/26
Penegasan ini bukan semata-mata soal siapa yang paling cepat merayakan, tetapi menyangkut tata kelola pemerintahan, penghormatan terhadap agenda resmi kampung, serta kewenangan pemimpin wilayah.
Setiap rangkaian kegiatan HUT Mapurjaya, termasuk kegiatan yang melibatkan masyarakat, seharusnya dikoordinasikan melalui Kepala Distrik Mimika Timur selaku pemimpin wilayah pemerintahan distrik. Koordinasi menjadi penting agar seluruh kegiatan berjalan tertib dan tidak menimbulkan dualisme agenda di tengah masyarakat.
Jangan sampai semangat merayakan HUT justru berubah menjadi tindakan yang bertolak belakang dengan agenda resmi. Apalagi, HUT ke-50 merupakan momentum penting bagi masyarakat Mapurjaya yang seharusnya dirayakan dengan penuh kebersamaan, bukan diwarnai ego kelompok atau kepentingan tertentu.
“Hentikan ego yang keliru. Jangan membuat kegiatan sendiri-sendiri yang justru bertolak belakang dengan agenda HUT Mapurjaya ke-50. Semua harus mengikuti koordinasi Kepala Distrik Mimika Timur sebagai pemimpin wilayah,” demikian penegasan yang disampaikan.
Momentum setengah abad Mapurjaya seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat, bukan menjadi panggung tarik-menarik kepentingan.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan menahan diri, menghormati agenda resmi 19 Agustus, dan tidak mengambil langkah yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Menurut salah satu warga Mapurjaya bahwa HUT ke-50 Mapurjaya bukan milik kelompok tertentu. Ini adalah momentum masyarakat yang harus dijaga bersama agar berlangsung tertib, bermartabat, dan sesuai koordinasi pemerintahan wilayah.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook