GMKI Tual–Malra Ingatkan Pentingnya Kedewasaan Berdemokrasi, Agenda MPP XXXVII AMGPM Jangan Jadi Polemik

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 17 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

GMKI Tual–Malra Ingatkan Pentingnya Kedewasaan Berdemokrasi, Agenda MPP XXXVII AMGPM Jangan Jadi Polemik

GMKI Tual–Malra Ingatkan Pentingnya Kedewasaan Berdemokrasi, Agenda MPP XXXVII AMGPM Jangan Jadi Polemik

MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tual–Maluku Tenggara menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) yang dijadwalkan berlangsung di Desa Ohoira, Kabupaten Maluku Tenggara, pada 18–24 Oktober 2026.

GMKI menegaskan bahwa agenda organisasi tersebut harus dihormati oleh seluruh elemen masyarakat. Setiap perbedaan pandangan maupun aspirasi yang berkembang di ruang publik hendaknya disampaikan secara bijaksana, rasional, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, tanpa menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.17/10/26

Dalam pandangan GMKI, kehadiran Gubernur Maluku bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara merupakan bagian dari pemenuhan undangan panitia pelaksana MPP XXXVII AMGPM.

Kehadiran tersebut, menurut GMKI, berkaitan dengan agenda organisasi yang telah direncanakan, bukan kunjungan kerja pemerintahan. Karena itu, GMKI mengingatkan agar persoalan ini tidak dibangun menjadi polemik politik yang justru berpotensi mengganggu suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

GMKI: Aspirasi Harus Disampaikan Secara Rasional dan Prosedural

GMKI Tual–Maluku Tenggara berpandangan bahwa sikap kritis organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, sikap kritis tersebut perlu disertai tanggung jawab, pertimbangan yang objektif, serta penghormatan terhadap hak pihak lain.

Penyampaian aspirasi seharusnya mengutamakan dialog dan mekanisme yang sesuai dengan ketentuan, bukan tindakan yang berpotensi menghambat kegiatan yang telah dipersiapkan secara matang oleh panitia pelaksana.

GMKI juga mengajak semua pihak untuk melihat pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM secara proporsional sebagai agenda internal organisasi. Kerja keras panitia dalam mempersiapkan kegiatan tersebut patut dihargai, sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.

Bagi GMKI, perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk memperkeruh keadaan. Demokrasi membutuhkan ruang kritik, tetapi juga membutuhkan kedewasaan, sikap saling menghormati, dan kesediaan menjaga kepentingan bersama.

Jaga Kamtibmas, Hormati MPP dan MPL

Selain menyatakan dukungan terhadap MPP XXXVII AMGPM di Desa Ohoira, GMKI Tual–Maluku Tenggara mengimbau OKP, ormas, pemuda kompleks, dan seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Imbauan tersebut juga berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Lengkap (MPL) di Kota Tual. Kedua agenda ini diharapkan dapat berjalan aman, damai, dan lancar tanpa gangguan yang merugikan masyarakat.

GMKI menilai bahwa stabilitas keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Sikap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan komunikasi menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman dan potensi konflik.

Karena itu, seluruh pihak diharapkan tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai pemicu perpecahan. Sebaliknya, momentum kegiatan organisasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, dan merawat hubungan persaudaraan di Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara.

Larvul Ngabal sebagai Perekat Persaudaraan

GMKI mengajak masyarakat untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan persaudaraan yang menjadi identitas masyarakat Kei. Semangat Larvul Ngabal harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menghormati perbedaan, menjaga ketertiban, dan mengutamakan perdamaian.

Pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM dan MPL di Kota Tual diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga berlangsung dalam suasana yang mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menjaga kerukunan.

Persatuan tidak berarti meniadakan kritik, dan kritik tidak harus berujung pada pertentangan.** Dengan dialog yang terbuka, sikap yang bertanggung jawab, dan komitmen menjaga keamanan, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi menciptakan suasana yang kondusif.

GMKI Tual–Maluku Tenggara pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keharmonisan daerah.

*Mari rawat persaudaraan di Bumi Larvul Ngabal, hormati agenda organisasi, dan jaga Kota Tual serta Kabupaten Maluku Tenggara tetap aman, damai, dan bermartabat.*

*Editor: Bruce Elang*