32 Emas dari Asmat, KONI Bayar Tuntas Keringat Atlet dengan Bonus Rp697,5 Juta
32 Emas dari Asmat, KONI Bayar Tuntas Keringat Atlet dengan Bonus Rp697,5 Juta
ASMAT Kabarsulselindonesia.web.id — Kerja keras para atlet Kabupaten Asmat di arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Papua Selatan 2025 akhirnya mendapat penghargaan. Sebanyak 92 medali yang berhasil dibawa pulang menjadi bukti bahwa Asmat memiliki potensi olahraga yang layak mendapat perhatian serius.
Atas capaian tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asmat menyerahkan bonus dengan total nilai mencapai Rp697,5 juta kepada para atlet berprestasi.
Penyerahan bonus dilakukan dalam rangkaian Malam Hiburan Rakyat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Yos Sudarso, Distrik Agats, Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Ketua Umum KONI Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet yang telah membawa nama Asmat di tingkat provinsi.
Menurut Thomas, prestasi atlet tidak boleh hanya dirayakan melalui seremoni. Perhatian terhadap atlet harus diwujudkan melalui penghargaan sekaligus pembinaan yang berkelanjutan.
“Pembagian bonus di bulan Agustus ini merupakan wujud bahwa negara hadir memberikan perhatian untuk membina dan mengembangkan olahraga di Kabupaten Asmat,” ujar Thomas.
Taekwondo Jadi Mesin Emas Asmat
Dari 92 medali yang diraih, kontingen Asmat berhasil mengoleksi 32 medali emas, 31 perak dan 29 perunggu.
Cabang olahraga Taekwondo tampil sebagai penyumbang emas terbanyak. Dari 24 medali yang diraih, sebanyak 17 merupakan emas dan 7 perak, dengan total bonus Rp222,5 juta.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di Asmat mulai menghasilkan atlet-atlet yang mampu bersaing dalam kompetisi tingkat provinsi.
Selain Taekwondo, sejumlah cabang olahraga lain juga memberikan kontribusi besar terhadap perolehan medali Asmat.
Badminton meraih 13 medali, terdiri dari 7 emas, 4 perak dan 2 perunggu, dengan bonus Rp110 juta.
Atletik mengoleksi 13 medali—1 emas, 3 perak dan 9 perunggu—dengan bonus Rp77,5 juta.
Kemudian Tenis Meja menyumbangkan 12 medali, yakni 1 emas, 3 perak dan 8 perunggu, dengan bonus Rp72,5 juta.
Sementara Karate mengamankan 9 medali yang terdiri dari 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu, dengan bonus Rp67,5 juta.
Bonus Berdasarkan Prestasi
KONI Asmat memberikan bonus secara berjenjang sesuai warna medali yang diraih atlet.
Peraih emas mendapatkan Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, dan perunggu Rp5 juta.
Dengan skema tersebut, total bonus yang diberikan kepada para atlet mencapai Rp697.500.000.
Cabang olahraga lainnya juga turut menyumbangkan medali, yakni Biliar dengan 6 medali, Catur 6 medali, Pencak Silat 5 medali, Bola Voli 2 medali, Futsal 1 medali dan Bola Basket 1 medali.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa prestasi Asmat tidak hanya bertumpu pada satu cabang olahraga, tetapi mulai tersebar di berbagai disiplin.
Thomas: Jangan Berhenti pada Bonus
Thomas mengingatkan bahwa bonus bukanlah garis akhir. Penghargaan tersebut harus menjadi pemicu agar atlet semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasi.
Ia juga meminta seluruh pengurus cabang olahraga terus melakukan pembinaan dan memastikan atlet-atlet berprestasi tetap mendapatkan ruang untuk berkembang.
Thomas mengimbau para pengurus cabang olahraga agar menghadirkan atlet yang berhak menerima bonus.
“Saya imbau kepada seluruh jajaran pengurus cabang olahraga untuk menghadirkan para atletnya di sini. Bonus akan dibagikan,” katanya.
92 Medali, Tantangan Baru bagi Asmat
Perolehan 92 medali merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, prestasi tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah baru bagi KONI dan pemerintah daerah.
Sebab, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada sekadar meraihnya sekali.
Karena itu, bonus Rp697,5 juta seharusnya menjadi bagian dari komitmen yang lebih besar untuk memperkuat pembinaan atlet usia muda, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan fasilitas olahraga, kompetisi rutin serta pemusatan latihan.
Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, capaian Porprov II Papua Selatan 2025 dapat menjadi fondasi bagi lahirnya atlet-atlet Asmat yang mampu berbicara lebih jauh pada tingkat nasional.
Bagi Asmat, 32 medali emas bukan sekadar angka. Itu adalah pesan bahwa dari daerah yang jauh dari pusat kompetisi pun dapat lahir atlet berprestasi ketika diberikan kesempatan, pembinaan dan dukungan yang memadai.
Kini tantangannya adalah memastikan keringat para atlet tidak hanya dibayar dengan bonus, tetapi juga dengan masa depan olahraga Asmat yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook