Meninjau Taman Doa Santo Yosep, Lusia Hegemur Serap Aspirasi dan Siapkan Langkah Dukungan
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah pembangunan yang masih menyisakan pekerjaan, Taman Doa Paroki Santo Yosep Fakfak menyimpan satu kebutuhan sederhana: perhatian agar ruang rohani itu dapat segera dituntaskan dan dimanfaatkan umat.
Hal itulah yang dilihat langsung Lusia Imakulata Hegemur, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dari Fraksi Otonomi Khusus (Otsus), saat mengunjungi Paroki Santo Yosep Fakfak, Jumat, 18 September 2026.
Lusia tidak datang sekadar melihat bangunan. Ia duduk bersama Pastor Paroki RD Alex Fabianus, Pr., Ketua Dewan Paroki Josep Goenawan, dan sejumlah pengurus untuk mendengarkan kondisi pembangunan sekaligus kebutuhan yang masih diperlukan untuk melanjutkan pekerjaan Taman Doa.
Dari ruang pertemuan, Lusia kemudian menyusuri lokasi Taman Doa bersama jajaran pengurus Paroki. Peninjauan lapangan itu menjadi cara untuk melihat langsung kondisi fisik fasilitas sekaligus mencocokkan kebutuhan yang disampaikan pihak gereja dengan kenyataan di lapangan.
Bagi Lusia, rumah ibadah dan fasilitas pendukung kehidupan umat bukan sekadar persoalan bangunan. Di dalamnya terdapat ruang bagi masyarakat untuk berdoa, melakukan refleksi, dan membangun kehidupan spiritual.
Karena itu, ia menyatakan akan membawa aspirasi tersebut ke ruang komunikasi pemerintah dan pihak-pihak terkait. Dukungan terhadap pembangunan, kata dia, perlu ditempuh melalui kolaborasi dan mekanisme yang berlaku.
“Kami akan ikut mendorong pemerintah untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah, khususnya Taman Doa,” ujar Lusia.
Ia juga menyatakan akan berupaya mengurus dukungan bagi Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak, terutama untuk kebutuhan pekerjaan lanjutan pembangunan Taman Doa. Upaya itu akan dikomunikasikan dengan pihak terkait dengan tetap memperhatikan ketentuan dan prosedur pemberian dukungan pemerintah.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan fungsi lain jalur Otsus: membuka ruang bagi aspirasi masyarakat untuk disampaikan secara langsung dan diteruskan melalui lembaga perwakilan.
Ketua Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak Josep Goenawan bersama para pengurus menyambut baik kunjungan itu. Bagi pihak Paroki, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi pembangunan Taman Doa secara terbuka sekaligus menjelaskan kebutuhan yang masih harus dipenuhi.
Taman Doa yang dikembangkan di lingkungan Paroki Santo Yosep Fakfak diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya memperindah lingkungan gereja, tetapi juga memberi tempat yang lebih layak bagi umat untuk berdoa dan melakukan permenungan.
Dari Fakfak, aspirasi itu kini bergerak ke meja komunikasi pemerintah. Lusia mengatakan akan membawa kebutuhan tersebut untuk dibicarakan lebih lanjut, terutama menyangkut kemungkinan dukungan terhadap pekerjaan lanjutan.
Pertemuan sederhana itu pun meninggalkan pesan yang lebih luas: pembangunan fasilitas keagamaan tidak berhenti pada urusan fisik. Ia membutuhkan komunikasi, kepedulian, dan kemauan untuk memastikan aspirasi umat menemukan jalannya.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook