Ketika Kabut Asap Menutup Fakfak, Kapolres Turun Membagikan Masker
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Fakfak, Sabtu pagi, 26 September 2026, Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., tidak memilih berada jauh dari persoalan. Ia turun langsung ke jalan, mendatangi sekolah dan ruang-ruang publik untuk memastikan masyarakat mendapat perlindungan di tengah kualitas udara yang terdampak asap.
Sekitar pukul 06.50 WIT, ketika pelajar mulai berdatangan ke sekolah dan aktivitas warga mulai bergerak, Naim bersama personel Polres Fakfak membagikan masker secara langsung. Langkah itu menjadi bentuk respons cepat kepolisian terhadap dampak Karhutla yang mulai dirasakan masyarakat.
Didampingi Kabag Ops Polres Fakfak AKP Ilham, S.H., M.M., Kapolres menyambangi SMP Negeri 1 Fakfak, SD Inpres 2 Fakfak, Madrasah Ibtidaiyah Asy-Syafi'iyah Fakfak, serta sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Brawijaya dan Jalan Kokas.
Di titik-titik tersebut, masker medis GEA Masker Medis Earloop dibagikan kepada pelajar dan warga.
Bagi Naim, persoalan Karhutla tidak berhenti ketika api berada jauh dari permukiman. Asap yang bergerak mengikuti arah angin dapat memasuki ruang aktivitas masyarakat dan menjadi persoalan kesehatan yang dirasakan warga secara langsung.
Karena itu, kehadiran polisi tidak hanya diarahkan pada pengamanan wilayah. Aparat juga mengambil peran dalam mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat, terutama mereka yang sejak pagi harus beraktivitas di luar ruangan.
Kapolres Hadir di Tengah Warga
Kehadiran Naim di lapangan memperlihatkan pendekatan kepolisian yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam respons terhadap situasi darurat lingkungan.
Ia tidak sekadar mengerahkan personel, tetapi ikut berada di antara pelajar dan warga, membagikan masker serta menyampaikan imbauan secara langsung.
Masyarakat diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kondisi kesehatan, dan mengurangi kegiatan di ruang terbuka apabila tidak mendesak. Warga juga diingatkan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.
Pendekatan tersebut membuat respons terhadap Karhutla tidak semata berorientasi pada penanganan titik api. Ada dimensi kemanusiaan yang harus dijaga: bagaimana masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan risiko yang lebih kecil ketika asap belum sepenuhnya menghilang.
Terlebih, pelajar menjadi kelompok yang setiap pagi harus berhadapan langsung dengan kondisi lingkungan. Mereka tetap menuju sekolah ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan.
Di sinilah kehadiran Kapolres menjadi penting. Polisi bukan hanya datang ketika persoalan keamanan muncul, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan di tengah situasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dari Apel ke Jalan
Respons tersebut diawali apel pengecekan personel pada pukul 06.30 WIT yang dipimpin Kabag Ops Polres Fakfak. Setelah memastikan kesiapan personel, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian masker di sejumlah titik.
Naim kemudian memimpin langsung pergerakan personel hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 08.00 WIT.
Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, kondusif dan terkendali.
Gerak cepat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan dampak Karhutla membutuhkan kehadiran banyak unsur. Ketika api menjadi ancaman terhadap lingkungan, asap menjadi ancaman terhadap aktivitas masyarakat. Keduanya membutuhkan respons yang sama-sama cepat.
Di tengah kabut asap yang menyelimuti Fakfak, Naim memilih hadir di ruang yang paling dekat dengan masyarakat: jalan, sekolah dan tempat warga beraktivitas.
Masker yang dibagikan mungkin sederhana. Tetapi cara seorang pemimpin kepolisian hadir di tengah persoalan publik memberikan pesan yang lebih besar bahwa ketika warga menghadapi situasi sulit, aparat tidak cukup hanya memberi instruksi dari balik meja.
Mereka harus datang, melihat, menyapa, dan mengambil tindakan.
Dan pagi itu, Kapolres Fakfak memilih berada di sana.
Writter : Humas Polres | Editor : Den

























Komentar via Facebook