DIR INTEL POLDA MALUKU DAN YAYASAN CTNE PERKUAT SINERGITAS, PESAN TEGAS: JANGAN BIARKAN MALUKU DIRUSAK KEPENTINGAN PEMECAH BELAH
DIR INTEL POLDA MALUKU DAN YAYASAN CTNE PERKUAT SINERGITAS, PESAN TEGAS: JANGAN BIARKAN MALUKU DIRUSAK KEPENTINGAN PEMECAH BELAH
AMBON Kabarsulselindonesia.web.id — Di tengah meningkatnya berbagai dinamika sosial dan potensi provokasi yang dapat mengganggu stabilitas daerah, langkah membangun komunikasi dan sinergitas antara elemen masyarakat dan aparat keamanan mulai diperkuat di Maluku.
Pertemuan antara DIR INTEL POLDA MALUKU bersama Ketua Umum Yayasan CAHAYA TIMUR NUSANTARA EMAS (CTNE), JEFRI TUWUL, dinilai bukan sekadar agenda seremonial biasa, melainkan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban masyarakat di Bumi Raja-Raja.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak disebut membahas pentingnya membangun komunikasi yang sehat, deteksi dini terhadap potensi gangguan sosial, serta dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif yang menyentuh masyarakat secara langsung.28/05/2026
Ketua Umum Yayasan CTNE, JEFRI TUWUL, menegaskan bahwa Maluku tidak boleh kembali terjebak dalam konflik, adu domba, maupun permainan kepentingan yang mengorbankan persaudaraan masyarakat.
“Maluku ini dibangun dengan nilai persaudaraan dan kebersamaan. Jangan biarkan ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memecah belah masyarakat demi kepentingan sempit,” tegasnya.
Menurutnya, keamanan dan persatuan daerah tidak cukup hanya dijaga aparat keamanan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi sosial, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan komunitas masyarakat sipil.
Yayasan CTNE sendiri menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan positif di bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, seni budaya, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi menjaga stabilitas dan masa depan Maluku.
Pertemuan dengan jajaran intelijen Polda Maluku itu juga dipandang sebagai sinyal penting bahwa penguatan komunikasi lintas elemen harus terus dilakukan agar daerah tidak mudah diprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu perpecahan sosial.
Di tengah tantangan ekonomi, sosial, dan politik yang terus berkembang, masyarakat Maluku diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang berpotensi merusak persatuan yang selama ini dijaga bersama.
Dengan semangat “Lawamena Haulala”, seluruh elemen masyarakat diajak untuk tetap menjaga solidaritas, memperkuat persaudaraan, dan bersatu membangun Maluku yang aman, damai, maju, dan bermartabat.
“Persatuan masyarakat Maluku adalah harga diri bersama yang tidak boleh dihancurkan oleh kepentingan apa pun,” tutup JEFRI TUWUL.
(Redaksi Kabarsulsel)

























Komentar via Facebook