Yowan: Rakyat Mimika Tak Butuh Retorika, Kebijakan Harus Menjawab Persoalan Nyata
Yowan: Rakyat Mimika Tak Butuh Retorika, Kebijakan Harus Menjawab Persoalan Nyata
MIMIKA, PAPUA TENGAH Kabarsulselindonesia.web.id — Kritik terhadap arah kebijakan pemerintah di Mimika kembali disuarakan kalangan pemuda. Tokoh pemuda Mimika, Yowan, menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan retorika, janji manis, maupun panggung seremonial yang tidak berujung pada perubahan nyata di lapangan.minggu 16/08/2026
Menurut Yowan, pemerintah harus berani keluar dari pola kebijakan yang hanya terlihat baik di atas kertas. Setiap program pembangunan, kata dia, semestinya dirancang berdasarkan persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
“Kami rakyat tidak butuh retorika, tidak butuh panggung sandiwara. Yang kami butuhkan adalah kebijakan nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” tegas Yowan.
Ia menilai, persoalan masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya melalui pernyataan politik, rapat, maupun berbagai agenda seremonial. Pemerintah dituntut memastikan setiap kebijakan memiliki arah yang jelas, sasaran yang tepat dan dampak yang dapat diukur.
Yowan juga mendorong pemerintah agar lebih banyak turun ke lapangan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Menurutnya, kondisi di lapangan kerap berbeda dengan laporan administratif yang tersusun di balik meja.
Karena itu, kebijakan pembangunan harus berangkat dari kendala riil di lapangan, bukan sekadar asumsi atau kepentingan pencitraan.
“Kalau masyarakat menghadapi persoalan, maka pemerintah harus hadir menyelesaikannya. Jangan sampai rakyat terus diminta bersabar sementara persoalan yang sama berulang setiap tahun,” ujarnya.
Jangan Jadikan Rakyat Penonton
Yowan menegaskan, masyarakat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penonton dalam proses pembangunan. Warga harus menjadi bagian dari perencanaan, pengawasan hingga evaluasi program pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak seharusnya diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar atau besarnya narasi yang disampaikan kepada publik, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Ia meminta pemerintah memperkuat evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan dan tidak ragu menghentikan atau memperbaiki kebijakan yang terbukti tidak efektif.
“Rakyat ingin melihat hasil, bukan sekadar mendengar janji. Ukuran keberhasilan pemerintah adalah perubahan yang nyata, bukan ramainya panggung dan kuatnya retorika,” katanya.
Kritik tersebut sekaligus menjadi pengingat agar pemerintah Mimika menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai titik utama dalam menentukan arah pembangunan.
Bagi Yowan, masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan pemerintah bekerja secara serius, terbuka dan terukur, serta memastikan anggaran dan kebijakan publik benar-benar kembali kepada kepentingan rakyat.
“Sudah waktunya kebijakan berbicara melalui kerja nyata. Jangan biarkan rakyat terus menjadi penonton dari panggung pembangunan yang tidak menyentuh persoalan mereka,” pungkasnya.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook