Maulid Nabi di Polres Kaimana, Kapolres Satria Dwi Dharma: Akhlak Rasulullah Harus Menjadi Kompas Pengabdian

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Maulid Nabi di Polres Kaimana, Kapolres Satria Dwi Dharma: Akhlak Rasulullah Harus Menjadi Kompas Pengabdian

Kaimana, KabarsulselIndonesia.web.id | Di sebuah institusi yang setiap hari berhadapan dengan hukum, ketertiban, dan beragam persoalan masyarakat, akhlak menjadi fondasi yang tak kalah penting dari profesionalisme. Pesan itulah yang mengemuka ketika keluarga besar Polres Kaimana memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M digelar di Mapolres Kaimana, Selasa (25/8/2026) pukul 09.00 WIT. Kegiatan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Polri Presisi, Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Tema tersebut tidak berhenti sebagai rangkaian kata di spanduk. Bagi jajaran Polres Kaimana, keteladanan Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa kewenangan kepolisian harus selalu berjalan beriringan dengan kejujuran, kesabaran, penghormatan terhadap sesama dan kepedulian kepada masyarakat.

Kegiatan itu dihadiri Wakapolres Kaimana Kompol Alexander M. Hehalatu, S.H., M.M., M.H., para pejabat utama, perwira dan personel Polres Kaimana, Ketua Bhayangkari Cabang Kaimana Ny. Henny Satria, pengurus dan anak-anak Pondok Pesantren Anak Bangsa, serta ibu-ibu Majelis Ta'lim As Salama Bhayangkari Polres Kaimana.

Dalam sambutannya, Kapolres Kaimana AKBP Satria Dwi Dharma, S.I.K., mengatakan peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan. Momentum tersebut, kata dia, harus menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika anggota Polri menjalankan tugas.

Pesan itu menjadi penting karena wajah kepolisian pada akhirnya bukan hanya dibentuk oleh aturan dan kewenangan, tetapi juga oleh perilaku setiap personelnya ketika berhadapan dengan masyarakat.

Kapolres mengajak seluruh personel menjaga hubungan baik di lingkungan internal kepolisian sekaligus membangun hubungan yang sehat dengan masyarakat. Menurutnya, persaudaraan dan kebaikan merupakan modal penting untuk mencegah perpecahan.

“Marilah kita menjalani hubungan yang baik di antara anggota, sesama anggota Polri dan juga masyarakat, sehingga tidak ada perpecahan dan terus kita lakukan kebaikan,” pesan Kapolres Kaimana.

Kalimat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Maulid. Sebab, tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan ketika keadaan sudah gaduh. Jauh sebelumnya, polisi dituntut mampu membangun kepercayaan sehingga masyarakat merasa aman untuk datang, berbicara, dan meminta perlindungan.

Ketika Akhlak Bertemu Kewenangan

Ceramah Maulid disampaikan Ustad Hanafi, S.Ag., Gr. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengamalkan akhlak mulia yang telah dicontohkan Rasulullah.

Kejujuran, kesabaran, saling menghargai, menjaga persaudaraan dan senantiasa berbuat baik menjadi nilai yang ditekankan dalam ceramah tersebut.

Nilai-nilai itu terdengar sederhana. Namun dalam kehidupan sehari-hari, justru perkara sederhana itulah yang kerap menentukan kualitas seseorang ketika berhadapan dengan orang lain.

Dalam konteks kepolisian, akhlak memperoleh makna yang lebih luas. Seorang anggota Polri memiliki kewenangan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, kewenangan tersebut membutuhkan kendali moral agar tetap digunakan untuk melindungi, mengayomi dan melayani.

Di sinilah semangat Maulid menemukan relevansinya.

Meneladani Rasulullah bukan berarti sekadar mengenang sejarah kelahiran beliau, tetapi menghadirkan nilai-nilai keteladanan itu dalam tindakan. Jujur ketika tidak ada yang mengawasi. Sabar ketika menghadapi persoalan. Menghormati orang lain meski berbeda pandangan. Dan tetap memilih kebaikan ketika memiliki kesempatan untuk melakukan sebaliknya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Polres Kaimana berlangsung khidmat. Lebih dari sekadar agenda keagamaan, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi keluarga besar Polres Kaimana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Kehadiran pengurus dan anak-anak Pondok Pesantren Anak Bangsa serta ibu-ibu Majelis Ta'lim As Salama Bhayangkari turut memberi warna pada kegiatan tersebut. Polisi, keluarga, tokoh agama dan masyarakat bertemu dalam satu ruang dengan pesan yang sama: menjaga kebaikan sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan peringatan Maulid bukan terletak pada meriahnya acara, melainkan pada apa yang berubah setelahnya.

Apakah seorang polisi menjadi lebih sabar ketika melayani masyarakat? Apakah ia semakin jujur ketika menjalankan kewenangan? Apakah ia mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan? Dan apakah masyarakat merasakan kehadiran polisi sebagai pelindung, bukan sekadar penegak aturan?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat pesan Maulid menjadi relevan bagi institusi kepolisian.

Polres Kaimana pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari semangat pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan memperkuat terwujudnya Polri yang Presisi sekaligus semakin dekat dengan masyarakat.

Sebab keamanan yang kokoh tidak hanya dibangun dengan aturan. Ia tumbuh dari kepercayaan. Dan kepercayaan lahir ketika kewenangan dijalankan dengan profesionalisme, sementara profesionalisme itu dituntun oleh akhlak.

Dari Mapolres Kaimana, pesan Maulid itu pun menemukan maknanya: menjaga keamanan adalah tugas kepolisian, tetapi menjaga kemanusiaan adalah bagian dari pengabdian.

 

Writter : Humas Polres Kaimana | Editor : Den