Hangat dan Penuh Makna, Ramah Tamah Pemkab Fakfak Bersama Pangdam Kasuari Tegaskan Harmoni di Tanah Papua
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Malam di Fakfak terasa berbeda, Jumat, 29 Mei 2026. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara ramah tamah Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Pangdam XVIII/Kasuari di Gedung Winder Tuare.
Bukan sekadar seremoni penyambutan pejabat militer, pertemuan itu menjelma menjadi panggung persatuan, harapan pembangunan, dan penegasan identitas Fakfak sebagai tanah toleransi di Papua Barat.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP tampil hangat dan bersahaja saat membuka sambutannya dengan pantun khas daerah yang langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan.
“Pergi ke pasar membeli sagu, tak lupa singgah membeli ikan. Selamat datang tamu yang kami tunggu, di Fakfak kota penuh kedamaian,” ucap Samaun di hadapan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Cristian Kurnianto Tehuteru beserta rombongan.
Pantun sederhana itu seolah menjadi pembuka dari pesan yang lebih besar: Fakfak ingin dikenang bukan hanya sebagai daerah kaya sumber daya, tetapi juga sebagai rumah bagi perdamaian dan persaudaraan.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Samaun menegaskan bahwa kehadiran Pangdam XVIII/Kasuari merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Fakfak.
Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai simbol kuatnya hubungan antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas kawasan Papua Barat.
“Kehadiran pimpinan TNI di daerah ini bukan hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian terhadap keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Samaun.
Fakfak selama ini dikenal luas dengan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”, sebuah simbol hidup berdampingannya masyarakat lintas agama dalam harmoni yang telah diwariskan turun-temurun. Nilai itulah yang kembali ditegaskan Bupati sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan geopolitik Papua, Fakfak justru menampilkan wajah berbeda: tenang, terbuka, dan menjunjung persaudaraan. Pesan itu terasa kuat dalam setiap bagian sambutan Bupati malam itu.
Suasana hangat acara semakin terasa ketika dilakukan pertukaran cenderamata antara Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Pangdam XVIII/Kasuari. Bupati Samaun Dahlan menyerahkan miniatur “Satu Tungku Tiga Batu” kepada Pangdam XVIII/Kasuari sebagai simbol persaudaraan dan filosofi hidup masyarakat Fakfak.
Miniatur tersebut bukan sekadar cenderamata biasa. “Satu Tungku Tiga Batu” merupakan filosofi dan semboyan Kabupaten Fakfak yang menggambarkan persatuan, toleransi, dan kehidupan harmonis antarumat beragama yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Fakfak sejak lama.
Momen pertukaran cenderamata itu menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam acara ramah tamah malam itu. Tepuk tangan para tamu undangan mengiringi penyerahan simbol budaya tersebut, seolah menegaskan bahwa Fakfak ingin dikenal sebagai daerah yang menjaga nilai kemanusiaan dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Namun pidato Bupati tidak berhenti pada isu persatuan semata. Samaun juga berbicara mengenai masa depan ekonomi Fakfak. Ia mengungkapkan bahwa daerahnya mulai menunjukkan geliat investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari industri, energi hingga pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, masuknya investasi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama dalam membuka lapangan kerja dan mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Kami berharap investasi yang masuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Samaun mengakui tantangan pembangunan di Papua Barat masih tidak ringan. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah pusat, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat demi memastikan pembangunan berjalan merata dan berkelanjutan.
Salah satu bagian paling menyentuh dari sambutan itu muncul ketika Bupati berbicara tentang generasi muda Papua. Dengan nada penuh harapan, ia menegaskan pentingnya mempersiapkan anak-anak muda Fakfak melalui pendidikan dan pembinaan karakter agar mampu bersaing di masa depan.
Ia ingin generasi muda Papua tumbuh sebagai pribadi yang sehat, disiplin, dan memiliki daya saing tinggi, termasuk mendapat kesempatan mengabdi sebagai prajurit TNI maupun di berbagai institusi negara.
“Kami ingin generasi muda Papua menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan mampu menjadi kebanggaan daerah serta bangsa,” tuturnya.
Acara malam itu turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta berbagai elemen masyarakat Fakfak. Kehadiran mereka memperlihatkan soliditas daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah paling harmonis di Tanah Papua.
Di penghujung sambutannya, Bupati Samaun Dahlan kembali menegaskan harapannya agar silaturahmi bersama Pangdam XVIII/Kasuari semakin memperkuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
Malam ramah tamah itu akhirnya bukan hanya menjadi agenda penyambutan semata. Ia berubah menjadi ruang penegasan bahwa di ujung barat Papua, Fakfak terus menjaga nyala toleransi sambil menatap masa depan dengan optimisme.
Di tanah “Satu Tungku Tiga Batu”, persatuan rupanya bukan sekadar slogan. Ia hidup, tumbuh, dan dijaga bersama.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook