"Dugaan Aksi Sawer di Klub Malam Beredar. Arif Rimbawan Desak MKD Panggil Muazzim Akbar"
JAKARTA, Kabarsulselindonesia.web.id — Beredarnya dokumentasi foto yang diduga memperlihatkan Anggota DPR RI dari Dapil II NTB, H. M. Muazzim Akbar, S.I.P., berada di sebuah tempat hiburan malam kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, menuai sorotan publik.
Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sosok yang diduga merupakan Muazzim Akbar berada dalam suasana hiburan dan terdapat aktivitas yang diduga berupa pemberian atau saweran uang.14/9/26
Menanggapi hal tersebut, Arif Rimbawan mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI segera memanggil dan meminta klarifikasi Muazzim Akbar guna memastikan fakta sebenarnya di balik dokumentasi tersebut.
“MKD harus melihat persoalan ini secara objektif. Jangan sampai informasi yang beredar berkembang menjadi opini publik tanpa ada penjelasan resmi dari yang bersangkutan maupun pemeriksaan dari lembaga yang berwenang,” ujar Arif, Senin (14/9/2026).
Soroti Kode Etik Anggota DPR
Arif menilai persoalan tersebut penting mendapat perhatian karena anggota DPR merupakan representasi masyarakat yang tidak hanya dituntut menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, tetapi juga menjaga kehormatan serta citra lembaga.
Ia merujuk pada Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik DPR RI, yang antara lain mengatur kewajiban anggota DPR menjaga harkat, martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPR serta menghindari perilaku yang tidak pantas atau tidak patut.
Arif juga menyoroti ketentuan kode etik terkait keberadaan anggota DPR di tempat-tempat yang dipandang tidak pantas secara etika, moral, dan norma yang berlaku umum, dengan pengecualian apabila dilakukan dalam rangka kepentingan tugas sebagai anggota DPR.
“Yang harus dijelaskan bukan hanya soal berada di lokasi tersebut, tetapi juga apa tujuan kehadirannya, dalam konteks apa kegiatan itu dilakukan, serta apakah benar terdapat aktivitas pemberian atau saweran uang seperti yang terlihat dalam dokumentasi,” tegasnya.
MKD Diminta Periksa Secara Objektif
Menurut Arif, langkah MKD untuk meminta klarifikasi justru diperlukan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi berkepanjangan.
Ia meminta MKD memeriksa keaslian dan konteks dokumentasi yang beredar, meminta keterangan dari pihak terkait, serta memberikan kesempatan kepada Muazzim Akbar untuk menyampaikan penjelasan.
“Jangan sampai publik hanya melihat foto kemudian mengambil kesimpulan sendiri. Tetapi jangan pula dokumentasi yang menimbulkan pertanyaan dibiarkan tanpa klarifikasi. MKD punya mekanisme untuk memeriksa persoalan etik seperti ini,” katanya.
Arif menegaskan, apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran kode etik, MKD diminta mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil klarifikasi tersebut juga perlu disampaikan secara proporsional agar tidak terjadi penghakiman terhadap anggota DPR yang bersangkutan.
Minta Muazzim Beri Penjelasan kepada Masyarakat NTB
Selain mendesak MKD DPR RI turun tangan, Arif juga meminta H. M. Muazzim Akbar memberikan klarifikasi kepada publik, terutama masyarakat NTB yang diwakilinya di parlemen.
Menurutnya, penjelasan langsung dari Muazzim penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat menyusul beredarnya dokumentasi tersebut.
“Ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap wakilnya. Karena itu, kami meminta H. M. Muazzim Akbar memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan ini tidak terus menjadi bola liar,” ujarnya.
Arif berharap MKD tidak memandang persoalan tersebut sebagai perkara kecil apabila memang terdapat indikasi pelanggaran etika. Namun, ia juga menekankan bahwa seluruh proses harus dilakukan berdasarkan fakta dan mekanisme yang berlaku.
Hingga rilis ini dibuat, kebenaran identitas dalam dokumentasi, konteks kehadiran di lokasi, serta dugaan aktivitas saweran sebagaimana terlihat dalam foto masih memerlukan klarifikasi dari H. M. Muazzim Akbar.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook