KARANG TARUNA MALUKU TURUN TANGAN: Bagi Air Bersih Dan Ribuan Masker untuk Warga Kesya Gunung Nona8

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 21 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

KARANG TARUNA MALUKU TURUN TANGAN: Bagi Air Bersih Dan Ribuan Masker untuk Warga Kesya Gunung Nona8

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Kekeringan dan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tak hanya mengancam lingkungan, tetapi langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Menanggapi situasi ini, Pengurus PPKT Karang Taruna Provinsi Maluku bergerak cepat menyalurkan bantuan sekaligus edukasi langsung ke masyarakat di kawasan Kesya, Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Ketua Pengurus PPKT Karang Taruna Provinsi Maluku yang juga Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Fraksi Partai NasDem, Bodywane Ruperd Mailuhu, SE, menyampaikan hal itu kepada wartawan Rabu (21/10/2026)

"Kegiatan pertama yang kami lakukan kemarin adalah pembagian 5.000 masker. Hari ini kami lanjutkan dengan penyaluran air bersih dan sosialisasi pencegahan ISPA serta penanggulangan kebakaran hutan langsung bersama warga di Kesya, Gunung Nona," ujarnya.

Mailuhu menjelaskan, kebutuhan air bersih di kawasan atas Kesya-Gunung Nona semakin mendesak seiring berkurangnya pasokan akibat cuaca kering. Sebanyak 5 tangki air bersih telah disalurkan untuk melayani 110 Kepala Keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.

"Bagi warga yang tinggal di atas, akses air bersih menjadi hal yang paling sulit didapat saat musim kemarau berkepanjangan seperti sekarang. Ini baru langkah awal, dan kami akan terus memantau kebutuhan warga," tegasnya.

Tak berhenti pada penyaluran bantuan fisik, Karang Taruna Maluku juga menggandeng Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Fakultas Kehutanan Universitas Pattimura (Unpatti) untuk memberikan sosialisasi langsung kepada warga:

-Pencegahan dan penanganan ISPA akibat paparan kabut asap

-Pentingnya penggunaan masker di luar ruangan

-Pencegahan dan penanggulangan Karhutla agar tidak berulang di musim berikutnya

"Bantuan air dan masker adalah solusi sesaat. Yang lebih penting adalah warga memahami cara melindungi diri dari penyakit dan bagaimana mencegah kebakaran terjadi di lingkungan mereka. Itulah kenapa kami libatkan para ahli, agar informasi yang diterima warga akurat dan bermanfaat jangka panjang," tambah Mailuhu.

Langkah nyata Karang Taruna Maluku ini membuktikan bahwa di tengah krisis, kehadiran organisasi pemuda mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan dukungan teknis dari instansi terkait. Semangat ini diharapkan terus berlanjut hingga kondisi cuaca membaik dan warga kembali mendapatkan akses kebutuhan dasar yang layak.

(M.N)