68 Regu Pelajar Turun ke Jalan, Hasan Taweatubun: Semarak Kemerdekaan Harus Terlihat di Fakfak
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Kemerdekaan di Fakfak tidak dirayakan dengan upacara semata. Senin pagi, 10 Agustus 2026, jalan-jalan kota berubah menjadi arena parade. Sebanyak 68 regu pelajar SD dan SMP turun membawa warna merah-putih dalam lomba gerak jalan indah menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Masing-masing 34 regu SD dan 34 regu SMP ambil bagian. Mereka berangkat dari halaman Kantor Pemerintah Daerah Fakfak bagian bawah dan bergerak menuju garis finis dengan seragam, barisan, serta kreasi yang telah disiapkan.
Bagi Hasan Taweatubun, S.Pd., Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak sekaligus Koordinator Lomba Gerak Jalan Indah, kemeriahan itu bukan sekadar soal siapa yang menjadi juara.
“Semua sekolah dan OPD diharapkan terlibat agar semarak 17 Agustus bisa terlihat,” kata Hasan saat ditemui awak media di RTH K.H. Ma’ruf Amin, Senin (10/8).
Panitia, kata dia, telah mengirim surat kepada sekolah-sekolah. Radiogram juga disampaikan untuk mendorong partisipasi. Informasi kegiatan diteruskan kepada guru dan disiarkan melalui RRI.
Namun, partisipasi belum sepenuhnya merata. Sejumlah sekolah tidak mengirimkan peserta. Panitia memilih tidak memberikan sanksi.
Menurut Hasan, ada alasan tertentu yang membuat sebagian sekolah tidak dapat berpartisipasi. Karena itu, pendekatan yang dilakukan panitia lebih ditekankan pada sosialisasi dan ajakan ketimbang pemaksaan.
Besok, jalanan Fakfak akan kembali dipenuhi peserta.
Panitia menjadwalkan lomba tingkat SMA, OPD, dan umum mulai pukul 08.00 WIT. Pesertanya diperkirakan mencapai 18 regu SMA, 27 regu OPD, dan 29 regu umum.
Keterlibatan OPD menjadi perhatian khusus. Dalam rapat bersama Bupati dan Wakil Bupati Fakfak, Hasan mengaku telah meminta agar perangkat daerah ikut menyemarakkan kegiatan.
“Sebagian besar OPD sudah terlibat. Bahkan sampai tadi malam masih ada OPD yang baru memastikan keikutsertaannya,” ujarnya.
Perayaan tahun ini juga memberi ruang bagi peserta yang selama ini kerap berada di luar sorotan. Sekolah Luar Biasa (SLB) turut ambil bagian. Bagi panitia, kehadiran mereka bukan sekadar tambahan jumlah peserta, melainkan bagian dari wajah perayaan kemerdekaan yang ingin dirayakan bersama.
Untuk anak-anak TK dan PAUD, panitia menyiapkan panggung berbeda: karnaval yang akan digelar Rabu, 12 Agustus. Start dari kawasan Theologia dan berakhir di Pujasir.
Sementara karnaval SD, SMP, dan SMA akan dimulai dari depan Pelni. Peserta umum dan OPD mengambil titik start dari Stadion.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan Tari Kreasi Nusantara pada 18 dan 19 Agustus di RDP.
Pemenang gerak jalan indah dan karnaval akan diumumkan setelah upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus. Penyerahan hadiah dijadwalkan dalam acara resepsi.
Hasan tidak menyebut kegiatan itu sekadar perlombaan. Di balik barisan anak-anak sekolah dan rombongan OPD, ada upaya menghadirkan kembali ruang bersama di tengah masyarakat.
Sebab kemerdekaan, dalam perayaan seperti ini, tidak selalu harus diterjemahkan melalui pidato panjang. Kadang ia cukup terlihat dari puluhan regu yang berjalan serempak, dari merah-putih yang memenuhi jalan, dan dari warga yang berdiri di pinggir jalan menyaksikan.
Di Fakfak, 17 Agustus sedang dipersiapkan bukan hanya untuk diperingati, tetapi untuk dirasakan.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook