Gelombang Tinggi Tunda Layanan RS Kapal Nusa Waluya 2, Warga Kei Besar Kini Bisa Berobat Gratis Mulai 8 September
Gelombang Tinggi Tunda Layanan RS Kapal Nusa Waluya 2, Warga Kei Besar Kini Bisa Berobat Gratis Mulai 8 September
Langgur — KabarsulselIndonesia.web.id — Harapan masyarakat Kei Besar untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2 sempat tertahan akibat kondisi laut yang tidak bersahabat.
Gelombang tinggi dalam perjalanan menuju Elat membuat kapal rumah sakit milik program pelayanan kesehatan DokterSHARE tiba lebih lambat dari jadwal semula. Pelayanan yang sebelumnya dijadwalkan mulai Senin (7/9/2026) akhirnya ditunda satu hari dan akan dimulai Selasa (8/9/2026) hingga 1 November 2026.
Penundaan tersebut bukan karena pelayanan dibatalkan, melainkan akibat faktor keselamatan pelayaran dan kondisi cuaca di laut.
Ketua Tim Pelayanan Kesehatan DokterSHARE, Tasia Risma Lidya Simaremare, menjelaskan perjalanan kapal yang dalam kondisi normal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hari justru memakan waktu hingga empat hari akibat gelombang besar.
“Yang tadinya kami akan mulai tanggal 7 September, terpaksa dimundurkan menjadi tanggal 8 September sampai 1 November. Pelayanan kurang lebih dua bulan,” ujar Tasia.
Gelombang Tinggi Jadi Tantangan, Pelayanan Tetap Jalan
Keterlambatan perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan ke wilayah kepulauan tidak hanya berhadapan dengan persoalan medis, tetapi juga tantangan geografis dan kondisi laut.
Meski demikian, Tim DokterSHARE memastikan pelayanan tetap dilaksanakan di depan Pelabuhan Elat, Pulau Kei Besar.
Karena perubahan jadwal tersebut, Tim DokterSHARE meminta dukungan pemerintah daerah, kepala puskesmas, tenaga kesehatan dan masyarakat untuk segera menyampaikan informasi kepada warga.
Langkah ini penting agar masyarakat tidak datang pada jadwal lama dan dapat menyesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal terbaru.
“Mohon dukungan informasi dari kepala puskesmas kepada masyarakat untuk bisa diinformasikan pelayanan medis dimulai pada tanggal 8 September 2026,” kata Tasia.
Bukan Sekadar Pengobatan Biasa
Kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2 menjadi kesempatan penting bagi masyarakat Kei Besar. Kapal tersebut membawa fasilitas pelayanan medis yang cukup lengkap, mulai dari poliklinik, ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), hingga ruang operasi.
Yang menjadi perhatian, seluruh pelayanan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Warga yang ingin mendapatkan pelayanan cukup membawa identitas diri, seperti KTP atau Kartu Keluarga.
“Masyarakat cukup membawa tanda bukti diri seperti KTP atau Kartu Keluarga. Kami persilakan masyarakat Kei Besar datang dan menikmati pelayanan kesehatan gratis,” ujar Tasia.
Sekitar 50 orang terlibat dalam operasional pelayanan tersebut. Sebanyak 33 orang merupakan tenaga kesehatan, sementara anggota tim lainnya merupakan anak buah kapal yang mendukung operasional Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2.
Menurut Tasia, pelayanan ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur DokterSHARE. Kapal yang digunakan merupakan kapal tongkang yang telah dipersiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat selama kurang lebih dua bulan.
Pemkab Malra Diminta Pastikan Layanan Tidak Berjalan Sendiri
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyambut positif kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2 di Kei Besar.
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi kepada DokterSHARE yang telah membawa pelayanan kesehatan langsung mendekati masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada tim dokter yang peduli terhadap kesehatan masyarakat Maluku Tenggara, khususnya Kei Besar,” ujar Thaher.
Thaher juga meminta jajaran kesehatan di wilayah Kei Besar memberikan dukungan maksimal agar pelayanan yang berlangsung selama hampir dua bulan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, kehadiran rumah sakit kapal tidak seharusnya berjalan sendiri. Puskesmas, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan pemerintah di wilayah setempat perlu mengambil peran dalam mendukung kelancaran pelayanan.
Terlebih, masyarakat kepulauan selama ini menghadapi tantangan akses akibat jarak dan kondisi geografis. Kehadiran layanan medis terapung menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.
Jadwal Berubah, Informasi Jangan Sampai Terlambat
Dengan perubahan jadwal tersebut, masyarakat Kei Besar diminta memperhatikan bahwa pelayanan dimulai Selasa, 8 September 2026, bukan 7 September seperti jadwal sebelumnya.
Pemerintah daerah dan jajaran fasilitas kesehatan di Kei Besar juga diharapkan aktif menyebarluaskan informasi tersebut hingga ke masyarakat di tingkat kampung.
Sebab, layanan kesehatan gratis hanya akan memberikan dampak maksimal apabila masyarakat mengetahui jadwal, lokasi, serta prosedur pelayanan.
Di tengah keterbatasan akses kesehatan di wilayah kepulauan, kesempatan seperti ini tentu tidak boleh terlewat hanya karena persoalan informasi.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook