Laut Aru Melegenda, Saksi Heroik Pertempuran Merebut Irian Barat
Laut Aru Melegenda, Saksi Heroik Pertempuran Merebut Irian Barat
Aru, Kabarsulselindonesia.web.id – Pakar hukum Ade Suparto mengingatkan bahwa Laut Aru bukan sekadar hamparan perairan di kawasan timur Indonesia, melainkan wilayah yang memiliki nilai historis tinggi dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, Laut Aru menjadi saksi salah satu pertempuran laut paling heroik dalam sejarah perjuangan Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam rilis yang disampaikannya, Ade Suparto menjelaskan bahwa Pertempuran Laut Aru terjadi pada 15 Januari 1962, ketika tiga kapal perang Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau, menjalankan Operasi Trikora sebagai bagian dari upaya pembebasan Irian Barat yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan Belanda.
Menurut Ade, dalam operasi tersebut armada Indonesia harus menghadapi kekuatan Angkatan Laut Belanda yang memiliki persenjataan lebih modern. Kontak senjata pun tidak dapat dihindari. KRI Macan Tutul yang dikomandani Komodor Yos Sudarso mengalami serangan hebat hingga akhirnya tenggelam di perairan Laut Aru.27/06/2026
Di tengah sengitnya pertempuran, Komodor Yos Sudarso mengeluarkan perintah yang kemudian dikenang sebagai semboyan kepahlawanan TNI Angkatan Laut, yakni "Kobarkan Semangat Pertempuran." Kalimat tersebut menjadi simbol keberanian, patriotisme, serta semangat pantang menyerah para prajurit Indonesia dalam mempertahankan kehormatan bangsa.
Komodor Yos Sudarso gugur bersama sejumlah prajurit ALRI dalam pertempuran tersebut. Meski Indonesia mengalami kehilangan besar secara militer, pengorbanan mereka menjadi tonggak penting yang memperkuat perjuangan bangsa, baik melalui jalur militer maupun diplomasi, hingga akhirnya Irian Barat berhasil kembali menjadi bagian dari wilayah Republik Indonesia.
Ade Suparto menambahkan, untuk mengenang jasa para pahlawan laut tersebut, pemerintah menetapkan setiap 15 Januari sebagai Hari Dharma Samudra. Peringatan ini menjadi momentum bagi TNI Angkatan Laut dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang semangat juang, pengabdian, serta pengorbanan para prajurit yang telah mempertaruhkan nyawa demi menjaga kedaulatan negara.
"Laut Aru akan selalu dikenang sebagai saksi bisu perjuangan para patriot bangsa. Nama Komodor Yos Sudarso bersama KRI Macan Tutul telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan Indonesia mempertahankan kedaulatan dan merebut kembali Irian Barat," ujar Ade.
Ia berharap generasi muda terus mempelajari sejarah perjuangan bangsa sebagai sumber inspirasi untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook