Vidio Nakes Viral Buka Borok Pelayanan Penggunugan Mimika,Tokoh Masyarakat ini Alarm Kegagalan Pemerintah.
Vidio Nakes Viral Buka Borok Pelayanan Penggunugan Mimika,Tokoh Masyarakat ini Alarm Kegagalan Pemerintah.
TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Viral di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan nasional, aksi tenaga kesehatan (Nakes) yang harus berjalan kaki dari Arwanop menuju Banti untuk mengevakuasi pasien kembali membuka persoalan klasik pelayanan di wilayah pegunungan Kabupaten Mimika.
Seorang tokoh masyarakat mengaku kecewa dan resah atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian yang menyita perhatian publik di seluruh Indonesia itu menjadi gambaran nyata lemahnya pengelolaan sarana transportasi udara milik Pemerintah Kabupaten Mimika yang seharusnya menjadi penopang pelayanan dasar bagi masyarakat di daerah terpencil.11/06/2026
"Kalau pesawat Cessna Grand Caravan dan helikopter milik pemerintah daerah itu benar-benar tersedia dan berfungsi optimal, tentu para tenaga kesehatan tidak perlu mempertaruhkan keselamatan dengan berjalan kaki hanya untuk mengevakuasi pasien. Kejadian seperti ini semestinya tidak perlu terjadi," tegasnya.
Ia menilai peristiwa tersebut sekaligus menjadi cermin kegagalan pemerintah daerah dalam memastikan sarana transportasi udara dapat beroperasi secara maksimal untuk melayani masyarakat dan aparatur sipil negara yang bertugas di wilayah pegunungan.
Menurutnya, pernyataan Bupati Mimika yang menyebut persoalan tersebut mudah diselesaikan dengan hanya menghubungi pesawat justru bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.
"Kalau memang semudah itu, mengapa para nakes harus berjalan kaki? Mengapa persoalan ini baru dijelaskan setelah videonya viral dan menjadi perhatian publik? Jangan sampai klarifikasi yang disampaikan hanya menjadi upaya pembenaran setelah masalah terjadi," ujarnya.
Tokoh masyarakat itu juga mengingatkan bahwa pemimpin seharusnya lebih fokus pada pembenahan tata kelola pemerintahan daripada melontarkan pernyataan emosional yang dinilai tidak menyentuh akar persoalan.
"Berhentilah dengan pernyataan marah-marah untuk menutupi kelemahan dalam pengelolaan pemerintahan, khususnya pelayanan di wilayah pegunungan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi nyata, bukan pembelaan yang terlambat," katanya.
Ia menegaskan, keberadaan pesawat Cessna Grand Caravan maupun helikopter milik pemerintah daerah semestinya menjadi instrumen utama untuk menjamin pelayanan kesehatan dan evakuasi pasien berjalan cepat, aman, dan efektif.
"Kalau dua pesawat itu benar-benar tersedia dan difungsikan sebagaimana mestinya, maka cerita evakuasi pasien tentu akan berbeda. Jangan sampai masyarakat pegunungan terus dibiarkan berjuang sendiri, sementara pemerintah baru bereaksi setelah persoalan menjadi viral," pungkasnya.
Peristiwa yang dialami para tenaga kesehatan tersebut kini menjadi perhatian luas dan kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengelolaan aset daerah serta keseriusan pemerintah dalam menjamin pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan pegunungan Mimika.
Editor : Bruce Elang :::

























Komentar via Facebook