Lomba Balita Sehat Mimika Jadi Penguat Komitmen Pemerintah Lindungi Tumbuh Kembang Anak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 15 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lomba Balita Sehat Mimika Jadi Penguat Komitmen Pemerintah Lindungi Tumbuh Kembang Anak

MIMIKA, Kabarsulselindonesia.web.id Upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini terus didorong Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Lomba Balita Sehat yang melibatkan 41 bayi dan balita dari 10 puskesmas di wilayah perkotaan Kabupaten Mimika.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Mimika, Selasa (15/9/2026), dan tidak hanya diarahkan sebagai ajang penilaian kesehatan balita, tetapi juga menjadi momentum edukasi bagi orang tua, kader posyandu, serta tenaga kesehatan mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkelanjutan.

Kepala Bidang sekaligus panitia pelaksana kegiatan, Carolina Heatubun, menjelaskan bahwa kesehatan balita harus mendapat perhatian sejak masa awal kehidupan. Menurutnya, keterlibatan orang tua dan tenaga kesehatan sangat penting dalam mendeteksi sedini mungkin berbagai persoalan yang dapat memengaruhi pertumbuhan maupun perkembangan anak.

“Lomba Balita Sehat bukan sekadar kegiatan penilaian, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi orang tua, kader, serta tenaga kesehatan agar semakin aktif memperhatikan kesehatan dan perkembangan anak,” jelas Carolina.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika, dokter spesialis anak RSUD Mimika, ahli psikologi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Keluarga Berencana, unsur kesehatan primer dan komunitas, serta Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Selain peserta balita, kegiatan juga melibatkan para penanggung jawab program gizi dari 10 puskesmas wilayah perkotaan serta staf program gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Orang Tua Diminta Tidak Abaikan Tumbuh Kembang Anak

Carolina menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kesehatan anak bukan hanya berada di tangan pemerintah maupun tenaga kesehatan. Ayah dan ibu sebagai orang terdekat anak memiliki peran utama dalam memastikan kebutuhan gizi, kesehatan, pengasuhan, serta stimulasi perkembangan anak terpenuhi.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga untuk melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia.

Peran kader dan petugas kesehatan juga dinilai penting, khususnya dalam memberikan edukasi kepada keluarga, melakukan pendampingan, serta membantu menemukan lebih awal apabila terdapat gangguan pertumbuhan maupun perkembangan anak.

Sejalan dengan Amanat Undang-Undang

Komitmen terhadap kesehatan anak pada dasarnya sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menempatkan upaya kesehatan sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Selain itu, perlindungan terhadap anak juga memiliki landasan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya pemenuhan hak anak, termasuk hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosialnya.

Dalam konteks pelayanan kesehatan masyarakat, upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah mengenai pelayanan kesehatan primer, gizi masyarakat, serta pencegahan dan penanganan masalah gizi pada anak.

Dengan demikian, kegiatan Lomba Balita Sehat dapat ditempatkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kesehatan anak, bukan semata-mata sebagai kegiatan seremonial.

Kesehatan Anak Adalah Investasi Generasi Mimika

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan anak membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat.

Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk pola hidup sehat anak. Sementara tenaga kesehatan, kader, pemerintah daerah, serta lembaga terkait memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh edukasi dan akses pelayanan kesehatan yang memadai.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjadikan Lomba Balita Sehat sebagai agenda tahunan, tetapi juga memperkuat tindak lanjut berupa pemantauan kesehatan balita, edukasi gizi, pencegahan stunting, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta peningkatan kualitas pelayanan di tingkat puskesmas dan posyandu.

Sebab, anak yang sehat bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi merupakan modal utama bagi lahirnya generasi Mimika yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas.

Penulis: Maichel Rahawarin

Editor: Bruce Elang