Mesin Mati di Tengah Laut, Empat Penumpang Long Boat Dievakuasi Tim SAR di Perairan Tual

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 28 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Mesin Mati di Tengah Laut, Empat Penumpang Long Boat Dievakuasi Tim SAR di Perairan Tual

Tual, KabarsulselIndonesia.web.id | Empat penumpang sebuah long boat sempat terkatung-katung di perairan Tual setelah mesin perahu yang mereka gunakan dari Kei Besar menuju Kota Tual mati pada Senin pagi, 28 September 2026. Tim SAR gabungan menemukan mereka sekitar satu setengah jam setelah operasi pencarian dimulai dan mengevakuasi seluruhnya dalam keadaan selamat.

Peristiwa itu dilaporkan ke Pos SAR Tual pada pukul 08.20 WIT oleh Ramli Kurway, keluarga penumpang. Perahu dilaporkan mengalami mati mesin sejak sekitar pukul 06.00 WIT ketika berada di koordinat 5°35'27,56" LS dan 132°53'28,95" BT.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 15,64 mil laut sebelah timur Dermaga Tual.

Laporan itu segera ditindaklanjuti. Pada pukul 09.00 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tual bersama personel Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Tual serta personel Angkatan Laut Tual bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit kapal cepat Rigid Inflatable Boat (RIB).

Setengah jam kemudian, tim menemukan long boat tersebut. Keempat penumpang masih berada di dalam perahu dan seluruhnya dalam kondisi selamat.

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 10.40 WIT. Keempat penumpang kemudian dibawa ke Tual dan diserahkan kepada keluarga. Operasi pencarian dan pertolongan selanjutnya dinyatakan selesai.

Keempat penumpang yang dievakuasi yakni Oktovianis Bernal, 49 tahun; Frans Elia Erubun, 57 tahun; Marce Erubun, 57 tahun; serta Erubun Bernal, 11 tahun.

Operasi penyelamatan melibatkan empat personel Tim Rescue Pos SAR Tual, satu personel Polairud Polres Tual, satu personel Angkatan Laut Tual, serta satu anggota keluarga korban.

Proses pencarian berlangsung di tengah kondisi laut yang perlu diwaspadai. Cuaca saat kejadian dilaporkan cerah berawan dengan angin dari arah tenggara berkecepatan 13–29 knot. Tinggi gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

Keberhasilan evakuasi tanpa korban jiwa menjadi hasil dari respons cepat dan koordinasi antarunsur di lapangan. Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, S.H., S.I.K., bersama unsur terkait menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan laut tidak hanya bergantung pada kondisi cuaca. Kesiapan mesin, peralatan keselamatan, serta informasi mengenai kondisi gelombang menjadi bagian penting sebelum perahu meninggalkan dermaga.

Masyarakat yang hendak melintas di perairan diimbau memeriksa kondisi mesin dan kelayakan perahu, memastikan perlengkapan keselamatan tersedia, serta memantau perkembangan cuaca dan gelombang sebelum berlayar.

Dalam kasus empat penumpang long boat tersebut, pertolongan datang sebelum situasi berkembang menjadi keadaan darurat yang lebih serius.

 

Writter & Editor : Bruce Elang