Bupati Samaun Puji Siti Hajar Uswanas: “Itulah Perempuan Fakfak yang Hebat”
Fakfak, Kabarsulsel-Indonesia.web.id | Suasana Pameran Kuliner UMKM dan perlombaan dalam rangka Hari Kartini 2026 di Kabupaten Fakfak berubah hangat dan penuh tepuk tangan ketika Bupati Samaun menghentikan sejenak sambutannya. Ia menoleh ke arah kursi panitia, lalu menyebut satu nama dengan nada bangga: Siti Hajar Uswanas.
“Yang saya hormati, dan juga saya banggakan, Ketua Penyelenggara. Mari kita beri aplaus sekali lagi kepada Ibu Siti Uswanas,” ujar Bupati disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Pujian itu bukan basa-basi seremonial. Di hadapan pelaku UMKM, tamu undangan, dan masyarakat yang memadati arena pameran, Bupati Samaun menyampaikan pengamatannya yang sederhana namun bermakna: setiap kali Siti Hajar dipercaya menjadi ketua, acara berjalan baik.
“Kalau ibu ini menjadi ketua di suatu acara, dari dulu saya lihat sangat bagus. Jadi kamu patut bangga ini, kalau ibu ini jadi ketua dalam acara-acara lainnya. Sekali lagi mari kita beri aplaus. Itulah yang dinamakan perempuan Fakfak yang hebat,” katanya.
Ungkapan tersebut sontak menjadi momen emosional dalam pembukaan kegiatan. Di Hari Kartini 'hari yang menandai perjuangan dan kiprah perempuan Indonesia' pengakuan itu terasa simbolik.
Siti Uswanas bukan sekadar ketua panitia lomba kuliner. Ia diposisikan sebagai representasi perempuan Fakfak yang tangguh, terorganisir, dan mampu menggerakkan ruang-ruang ekonomi rakyat.
Pameran kuliner dan perlombaan UMKM tahun ini tak hanya menjadi ajang unjuk rasa cita dan kreativitas. Ia juga menjadi panggung penegasan bahwa ekonomi daerah bertumpu pada kerja-kerja kolektif, termasuk kepemimpinan perempuan.

Dalam sambutannya, Bupati Samaun juga membeberkan rencana besar pemerintah daerah pada 2027 mendatang. Ia memastikan akan mengundang Menteri UMKM ke Kabupaten Fakfak untuk menggelar kegiatan berskala lebih besar.
“Pak Menteri sudah setuju. Tinggal kita mengusulkan kegiatan-kegiatan yang akan kita laksanakan tahun depan,” ujarnya.
Tahun 2027 disebut akan menjadi tahun strategis bagi Fakfak. Selain agenda UMKM berskala nasional, Fakfak juga ditunjuk sebagai tuan rumah Pesparawi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Momentum itu, menurut Bupati, harus disambut dengan kesiapan para pelaku usaha lokal.
“Mungkin menjelang Pesparawi itu, UMKM sudah harus kita buka. Kita berharap para UMKM menyiapkan diri dengan baik agar event-event ke depan bisa lebih bagus untuk kita tampilkan,” katanya.
Seruan itu sekaligus menjadi pesan bahwa UMKM bukan sekadar pelengkap acara, melainkan wajah ekonomi daerah yang harus tampil percaya diri di hadapan tamu dari berbagai wilayah.
Di penghujung sambutan, Bupati mengajak seluruh hadirin menjadikan semangat Kartini sebagai inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan Fakfak.
Di antara deretan tenda kuliner dan aroma masakan khas daerah, tepuk tangan kembali menggema. Bukan hanya untuk seremoni pembukaan, melainkan untuk sebuah pengakuan: bahwa di Fakfak, perempuan tidak hanya merayakan Kartini mereka menjelmakannya dalam kerja nyata.
Writter : Den | Editor : Den

























Komentar via Facebook