Bupati Samaun Resmikan Enam Puskesmas dan Satu Gedung Baru: “Jangan Hanya Bagus, Harus Melayani”
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., meresmikan enam puskesmas yang mulai dioperasikan sekaligus satu gedung puskesmas baru di Kabupaten Fakfak. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Samaun.
Bagi Samaun, seremoni tersebut bukan sekadar penanda berdirinya fasilitas kesehatan. Ia ingin memastikan setiap puskesmas benar-benar berfungsi dan menjadi tempat pertama masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Gedungnya sudah kita bangun. Obat harus tersedia. Jaringan harus tersedia. Tenaga kesehatan harus ada. Dokter harus ada. Dan yang paling penting, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik,” kata Samaun dalam sambutannya.
Enam puskesmas yang diresmikan untuk mulai beroperasi masing-masing Puskesmas Fior di Distrik Arguni, Puskesmas Mbahamdandara di Distrik Mbahamdandara, Puskesmas Tawar di Distrik Furwagi, Puskesmas Werpigan di Distrik Wartutin, Puskesmas Krabelang di Distrik Fakfak Timur Tengah, dan Puskesmas Warpa di Distrik Kayauni.
Sementara satu fasilitas lainnya adalah gedung baru Puskesmas Kramongmongga di Distrik Kramongmongga yang turut diresmikan pada kesempatan tersebut.
Enam puskesmas tersebut merupakan fasilitas kesehatan yang baru dioperasikan sejak Samaun Dahlan menjabat sebagai Bupati Fakfak. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke wilayah distrik.
Namun Samaun memberi garis bawah yang tegas: pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh berhenti pada beton, atap dan ruang pemeriksaan.
Ia mengaku telah membentuk tim untuk memeriksa kondisi sejumlah puskesmas sebelum peresmian. Dari pemeriksaan itu masih ditemukan sejumlah catatan yang harus segera diselesaikan. Karena itu, peresmian dilakukan dengan penekanan agar seluruh puskesmas segera berfungsi secara optimal.
“Saya tidak ingin lagi mendengar ada puskesmas yang gedungnya sudah bagus, tetapi tidak beroperasi,” ujarnya.
Samaun bahkan memastikan dirinya akan turun langsung mengunjungi puskesmas-puskesmas tersebut untuk melihat perkembangan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan.
Pemerintah daerah, kata dia, akan mendukung dari sisi ketersediaan obat dan tenaga kesehatan. Untuk mempercepat distribusi obat, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan distributor sehingga kebutuhan obat dapat dikirim langsung ke puskesmas melalui koordinasi Dinas Kesehatan.
Persoalan jaringan internet juga menjadi perhatian. Puskesmas yang belum memiliki jaringan diminta segera dilengkapi agar pelayanan dapat terhubung dengan sistem kesehatan yang diperlukan.
Tetapi dari seluruh kebutuhan tersebut, Samaun menilai tenaga kesehatan tetap menjadi kunci.
Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan segera menghitung kebutuhan dokter, tenaga medis, paramedis dan petugas lainnya secara rasional untuk setiap puskesmas. Bila jumlah tenaga kesehatan belum mencukupi, pemerintah daerah akan mempertimbangkan perekrutan tenaga dari luar daerah.
Bagi Samaun, urusan kesehatan tidak dapat ditunda oleh persoalan administratif semata.
“Untuk urusan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan, kita harus mengambil langkah yang diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang layak,” katanya.
Program berobat gratis yang menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah juga diminta benar-benar terasa di tingkat masyarakat. Puskesmas harus menjadi ujung tombak pelayanan, bukan sekadar bangunan pemerintah yang berdiri tanpa aktivitas.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan bekerja sebagai satu kesatuan. Sekretaris dinas, kepala bidang, kepala seksi, kepala puskesmas hingga tenaga kesehatan harus saling menopang dan menyelesaikan persoalan bersama.
Samaun juga mengajak kepala distrik dan kepala kampung ikut menjaga fasilitas kesehatan di wilayah masing-masing. Puskesmas, menurut dia, pada akhirnya adalah fasilitas masyarakat yang keberadaannya harus dirawat dan dimanfaatkan.
Untuk pekerjaan fisik yang belum selesai, kontraktor telah diperintahkan menyelesaikan bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Sementara kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan ditindaklanjuti melalui pembahasan APBD Perubahan.
Peresmian enam puskesmas dan satu gedung baru itu akhirnya membawa pesan yang lebih besar dari sekadar pembangunan infrastruktur kesehatan. Pemerintah Kabupaten Fakfak sedang mencoba menggeser ukuran keberhasilan dari berapa banyak gedung yang dibangun menjadi seberapa banyak masyarakat yang benar-benar terlayani.
Bagi Samaun, gedung hanyalah awal.
Setelah prasasti ditandatangani, pekerjaan sesungguhnya dimulai: memastikan dokter hadir, obat tersedia, tenaga kesehatan bekerja, sistem berjalan dan masyarakat tidak lagi berjalan jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Sebab puskesmas yang berhasil bukanlah puskesmas yang paling megah gedungnya, melainkan yang paling terasa manfaatnya bagi masyarakat.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook