Dokter Dolan Larwuy Pulang ke Woma Elsarkok, Warga Mun Sambut Putra Kampung untuk Perkuat Layanan Kesehatan”
“Dokter Dolan Larwuy Pulang ke Woma Elsarkok, Warga Mun Sambut Putra Kampung untuk Perkuat Layanan Kesehatan”
MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Kehadiran tenaga medis di wilayah pelayanan masyarakat kembali mendapat perhatian. Dokter Dolan Larwuy tiba di Ohoi Mun, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (25/9/2026), untuk menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Kedatangan dr. Dolan Larwuy didampingi Kepala Puskesmas Mun, Helena Renuw. Setibanya di kawasan Wear Yer, keduanya disambut Kepala Ohoi Mun, Dominggus Renhoar, bersama Ketua Majelis Jemaat Mun, Pendeta Lidya Berhitu Ruhulesin, S.Si., Teol., serta masyarakat setempat.
Penyambutan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Warga bahkan berbondong-bondong mengiringi dr. Dolan menuju pusat kampung atau Woma Elsarkok.
Di tempat tersebut, dr. Dolan Larwuy kemudian dikukuhkan secara adat sebagai putra Mun. Momentum itu menjadi simbol penerimaan sekaligus penghormatan masyarakat terhadap tenaga medis yang akan menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Setelah prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin Pendeta Lidya Berhitu Ruhulesin
Warga Sambut Kehadiran Dokter
Kepala Puskesmas Mun, Helena Renuw, mengatakan dirinya merasa bangga melihat antusiasme masyarakat menyambut kedatangan dr. Dolan Larwuy.
Menurut Helena, sambutan masyarakat menunjukkan bahwa kehadiran tenaga kesehatan tidak hanya dipandang sebagai pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
“Kami merasa bangga ketika dr. Dolan tiba di Ohoi Mun. Masyarakat berbondong-bondong menjemput dan mengantar beliau sampai ke pusat kampung atau Woma Elsarkok,” ujar Helena.
Ia berharap kehadiran dokter tersebut dapat semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Mun dan wilayah kerja Puskesmas Mun.
Pengabdian Tenaga Medis Harus Menyentuh Masyarakat
Kehadiran tenaga medis di wilayah kampung memiliki arti penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan.
Dalam kerangka UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, kesehatan merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus didukung melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan. Undang-undang tersebut menjadi dasar hukum utama penyelenggaraan sistem kesehatan nasional saat ini.
Sementara itu, Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat mengatur Puskesmas sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk aspek tugas, fungsi, kewenangan, sumber daya manusia kesehatan, serta peningkatan mutu pelayanan.
Regulasi tersebut juga menegaskan pentingnya ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan Puskesmas. Dengan demikian, kehadiran dokter di wilayah kerja Puskesmas Mun bukan sekadar persoalan penempatan personel, tetapi berkaitan langsung dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Selain itu, Permenkes Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan mengatur aspek perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, peningkatan mutu, serta pemenuhan kesejahteraan sumber daya manusia kesehatan.
Putra Kampung, Kini Mengabdi untuk Kampung
Pengukuhan dr. Dolan Larwuy sebagai putra Mun memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pengabdiannya.
Bagi masyarakat, seorang tenaga medis yang diterima sebagai bagian dari keluarga dan komunitas diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga, sehingga komunikasi mengenai kesehatan dapat berjalan secara terbuka.
Namun, simbol penerimaan adat tersebut juga membawa tanggung jawab moral. Pelayanan kesehatan tetap harus diberikan berdasarkan standar profesi, ketentuan hukum, keselamatan pasien, serta prinsip pelayanan kesehatan yang bermutu dan nondiskriminatif.
Karena itu, masyarakat berharap kehadiran dr. Dolan Larwuy bersama jajaran Puskesmas Mun dapat menjadi energi baru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, serta penanganan masalah kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Kehadiran seorang dokter di kampung pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang datang, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dari pelayanan yang diberikan.
Dari Woma Elsarkok, pengabdian itu diharapkan tumbuh menjadi pelayanan kesehatan yang dekat, manusiawi, profesional, dan benar-benar dirasakan masyarakat Mun.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook