Hari Kesaktian Pancasila: Sekkot Ambon Tekankan ASN Harus Bernafas Pancasila dalam Melayani — Soal Pemilihan Raja, Keputusan Ada di Tangan Negeri
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Apel Balaikota Ambon, Kamis (1/10/2026), Sekretaris Daerah (Sekkot) Kota Ambon Robert Sapulette memberikan pernyataan tegas kepada awak media terkait semangat pengabdian aparatur negara serta dinamika pemilihan Raja di sejumlah Negeri di wilayah Kota Ambon.
Dalam wawancaranya, Sekkot mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Ambon untuk menjadikan momen Hari Kesaktian Pancasila sebagai titik tolak pengabdian yang lebih berkualitas.
"Saya kira, dalam semangat Hari Kesaktian Pancasila ini, marilah kita bekerja dengan berpedoman pada nilai-nilai luhur Pancasila — baik saat melayani masyarakat maupun dalam membangun relasi antar sesama aparatur. Bagaimana nilai-nilai Pancasila itu diimplementasikan di dalam seluruh proses pelayanan, supaya pelayanan itu benar-benar berjalan dengan baik. Ruh kita adalah Pancasila."
Tegasnya, Pancasila bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan jiwa dan panduan nyata dalam setiap kebijakan, keputusan, dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Beralih membahas dinamika pemilihan Raja di sejumlah Negeri, Sekkot memberikan penjelasan tegas dan transparan:
"Pemerintah Kota Ambon pada prinsipnya menyerahkan penyelesaian persoalan di masing-masing Negeri kepada Negeri itu sendiri. Pemerintah Kota hanya menunggu hasil penyampaian calon Raja dari Saniri Negeri, baru kemudian Walikota melakukan pelantikan. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu, terutama melibatkan Mata Rumah Parenta dan Saniri Negeri."
Kendala utama yang dihadapi di lapangan, jelasnya, adalah pertentangan internal terkait siapa yang berhak dan berkelayakan — terutama menyangkut garis keturunan dan hak-hak adat. Kasus ini ditemui di beberapa Negeri, antara lain:
-Negeri Soya
-Negeri Passo
-Negeri Rumatiga
-Negeri Hatiwe Besar
-Negeri Tawiri
Sekkot menegaskan Pemerintah Kota tetap mendukung proses tersebut berjalan, namun keputusan mutlak berada di tangan Negeri masing-masing.
"Kami harapkan, kalau sudah siap, paling kurang dalam tahun ini bisa dilaksanakan pelantikan. Tapi yang masih dalam proses dan belum ada kesepakatan internal, kami minta diselesaikan secara baik-baik, secara aklamasi, sebagai anak Negeri yang tentu harus sesuai dengan tata cara adat dan aturan yang berlaku di Negeri masing-masing."
Pemerintah Kota tidak akan memaksakan kehendak atau mengambil alih proses adat, karena kebersamaan dan kesepakatan adat adalah fondasi utama keberlangsungan kepemimpinan di Negeri.
"Dengan semangat Pancasila, kita juga menjunjung tinggi adat istiadat. Keduanya saling menguatkan. Semoga proses di setiap Negeri dapat segera menemukan titik terang demi kemajuan dan keharmonisan bersama."
AMBON MANISE — BERADAT, BERBANGSA, BERPANCASILA
(M.N)

























Komentar via Facebook